Picu Kerusuhan di TPS Mimika, Seorang Caleg Ditangkap Aparat

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 12:31 WIB
Picu Kerusuhan di TPS Mimika, Seorang Caleg Ditangkap Aparat Ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang calon legislatif (caleg) ditangkap polisi karena diduga memicu kericuhan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27 Pemilu 2019 di Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Bau, di Kabupaten Mimika, Papua.

Selain caleg tersebut, polisi pun mengamankan pelaku kericuhan lainnya di tempat yang sama. Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan kedua pelaku kericuhan berinisial FH dan AS.

"Kami minta pelakunya segera diproses oleh Bawaslu Mimika melalui Sentra Gakkumdu. Motifnya belum kami ketahui. Namun, berdasarkan informasi awal, yang bersangkutan melakukan pembelaan diri. Ini masih kami dalami," kata Agung di Timika, Rabu (17/4) seperti dikutip dari Antara.


Agung menerangkan berdasarkan laporan yang ia terima, kericuhan bermula saat sekelompok orang bersenjata tajam mendatangi TPS 27.


Kelompok itu disebut mendesak Kelompok Penyelenggara Pemilu (KPPS) memindahkan lokasi TPS ke tempat yang mereka inginkan.

Mendapat informasi tersebut, tim respons Polri dan TNI bersama pimpinan TNI dan Polri di Mimika yang sedang berada di Gedung Eme Neme Yauware (pusat distribusi logistik Pemilu Kabupaten Mimika) segera meluncur ke lokasi kejadian.

"Saat kami sampai di lokasi, kelompok tersebut sudah melarikan diri. Namun, rekan-rekan kami anggota TNI yang sedang mengamankan salah satu objek vital Kantor PT Petrosea mengamankan salah seorang pelaku. Ada juga kendaraan milik pelaku yang ditinggal di lokasi kejadian," ujar Agung.

"Tidak lama kemudian pemilik kendaraan datang ke lokasi dan mengakui kendaraan tersebut miliknya. Keduanya langsung kami amankan," ujarnya.

Salah seorang saksi mata, Andre, menceritakan lima orang tak dikenal itu mendatangi TPS 27 Kelurahan Kwamki menggunakan sebuah mobil.

"Di sini semuanya ada tiga TPS. Mereka datang mendesak KPPS untuk memindahkan TPS 27 ke lokasi lain yang mereka kehendaki. Tentu kami tidak mau seperti itu, karena lokasi TPS 27 ini sudah sesuai dengan denah yang diatur oleh KPU Mimika," kata Andre.

Agung mengatakan meski sempat diwarnai kericuhan, kegiatan pemungutan suara di TPS 27 Kelurahan Kwamki tersebut tetap berlangsung. Dia menegaskan kepolisian bersama TNI dan pemerintah Kabupaten Mimika siap merespons setiap kejadian selama pemilu berlangsung di Mimika.

"Negara harus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hendak menggunakan hak pilih. Kami TNI-Polri hadir di tengah masyarakat untuk memberikan asistensi kepada penyelenggara agar pelaksanaan pemilu ini berjalan lancar, aman dan kondusif," katanya.


Hari ini pemungutan suara Pemilu 2019 serentak dilakukan diseluruh wilayah Indonesia. Tempat-tempat pemungutan suara (TPS) dibuka sejak pukul 07.00 untuk melayani warga menggunakan hak pilihnya. Proses pendaftaran di TPS sendiri ditutup pukul 13.00, sementara itu proses pencoblosan dilakukan hingga semua yang terdaftar menggunakan hak pilihnya.

Dalam Pemilu 2019, masyarakat Indonesia tidak hanya memilih capres dan cawapres tetapi juga para legislatif. Biayanya pun mencapai Rp24,8 triliun.

Ada lebih dari 192 juta orang terdaftar sebagai DPT. Mereka yang berada di Indonesia, akan memilih di 810.329 TPS yang dijaga oleh 7,2 juta panitia pemilu.


[Gambas:Video CNN] (Antara/kid)