Bowo Sidik Acungkan Jempol usai Nyoblos di Rutan KPK

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 13:20 WIB
Bowo Sidik Acungkan Jempol usai <i>Nyoblos</i> di Rutan KPK Tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK, Bowo Sidik Pangarso mengacungkan jempol usai mencoblos di TPS 12, Rutan KPK. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK, Bowo Sidik Pangarso menggunakan hak pilihnya di TPS 12 Cabang Guntur, Rumah Tahanan (Rutan) KPK, Jakarta selatan.

Bowo mengambil tiga surat suara yang terdiri dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta Presiden dan Wakil Presiden. Ia memasukkan surat suara yang sudah dicoblos sesuai dengan kotak suara yang sudah diberi nama.

Usai mencoblos, Bowo dikumpulkan bersama tahanan lainnya di satu tempat sebelum digiring menuju mobil tahanan untuk kembali ke Rutan KPK.



Saat dipanggil awak media, Bowo mengangkat tangan kanan sambil mengacungkan jempol dan berjalan menuju mobil.

Diketahui acungan jempol merupakan gaya dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Saat kampanye Jokowi dan Ma'ruf kerap mengacungkan jempol di depan pendukungnya.

Bowo bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti dan Indung, ditangkap saat Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ia diduga meminta komisi kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$2 per metric ton.


Ada enam kali penerimaan yang diduga telah terjadi sebelumnya di sejumlah tempat sebesar Rp221 juta dan US$85.130. KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk. Tim KPK kemudian menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo.

Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang yang berada dalam 400 ribu amplop itu tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk serangan fajar Pemilu 2019. (adp/agi)