Prabowo Tak Bisa Jamin Pemilu Damai jika Terjadi Kecurangan

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 12:59 WIB
Prabowo Tak Bisa Jamin Pemilu Damai jika Terjadi Kecurangan Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggunakan hak pilihnya di TPS 041, Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/4). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bogor, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memastikan tak bisa menjamin Pemilu 2019 akan berlangsung damai jika terjadi kecurangan dalam pelaksanaannya.

Lantaran, kata Prabowo, dia sama sekali tak memiliki kekuasaan untuk menjamin pascapemilu masyarakat akan aman dan damai.

"Loh, bagaimana bisa saya jamin, saya manusia ya. Saya tidak punya kekuasaan, yang punya kekuasaan itu yang harus menjamin. Saya tidak punya kekuasaan, saya menjalankan," kata Prabowo di TPS 41 yang berlokasi di Kampung Curug, Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/4).


Prabowo mengatakan jika terjadi kericuhan pascapemilu, ia menjamin itu tak dilakukan timnya. Alasannya kata dia, selama ini pihaknya dan pendukungnya selalu menjalankan pemilu dengan tertib dan damai.

Hal ini pun dia sampaikan dalam bahasa Inggris. Sebab dalam kesempatan itu banyak wartawan dari media asing yang juga meliput pencoblosannya.

"I promise that we will work for the good of the country. If it's chaos, it's not from us, that I guarantee. But, we don't want to be cheated anymore. People don't want to be cheated anymore (Saya berjanji bahwa kami akan bekerja untuk negara ini. Dan ada chaos atau nggak itu bukan dari kami, itu yang saya garansi. Tapi kami tidak ingin dicurangi lagi, rakyat indonesia tidak ingin terus menerus dicurangi)," kata Prabowo.


Lebih lanjut, Prabowo mengatakan pemilu di Indonesia ibarat pemainan sepak bola. Apabila wasitnya terlihat condong ke salah satu kesebelasan, kesebelasan lain akan menunjukkan reaksinya.

"Saya selalu ibaratkan main sepak bola, di tingkat kecamatan saja kalau tim kesebelasan merasa ada wasit yang tidak netral. Kalau wasitnya berat sebelah pasti kesebelasan itu tidak puas. Penonton yang mendukung kesebelasan itu tidak puas. Kalau tidak puas bagaimana saya bisa jamin. Saya kan tidak punya kekuasaan," katanya.

Hari ini pemungutan suara Pemilu 2019 serentak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Dalam Pemilu 2019, masyarakat Indonesia tidak hanya memilih capres dan cawapres tetapi juga para legislatif.

Dalam Pemilu 2019, terdapat dua paslon kontestas pilpres yakni nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ada lebih dari 192 juta orang terdaftar sebagai DPT. Mereka yang berada di Indonesia, akan memilih di 810.329 TPS yang dijaga oleh 7,2 juta panitia pemilu.


[Gambas:Video CNN] (tst/kid)