CSIS: Beban Mandat Jokowi Lebih Besar Dibanding Pilpres Lalu

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 18:45 WIB
CSIS: Beban Mandat Jokowi Lebih Besar Dibanding Pilpres Lalu Philip Vermonte, Peneliti Centre For Strategic and International Studies. (Herman Setiyadi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte menilai jika calon presiden Joko Widodo memenangkan pemilihan presiden 2019, maka kandidat petahana itu memiliki mandat yang jauh lebih besar di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan menanggapi hasil perhitungan cepat sementara (quick count) Pilpres 2019. Dalam hasil quick count yang diselenggarakan CSIS, Jokowi-Maruf diklaim mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan persentase 55,8 persen.

"Boleh dibilang selisih di atas 10 persen dibandingkan 2014 dengan selisih enam persen. Pak Jokowi dan Maruf Amin mendapat mandat lebih besar," ujar Philips di Gedung Pakarti Center, Rabu (17/4).


Ia menyatakan perhitungan suara yang dilakukan timnya bersama Cyrus Network valid dan bisa dipertanggungjawabkan.


Data berasal dari 2002 TPS di 34 provinsi yang dipilih acak melalui metode Multistage Random Sampling. Tingkat kepercayaan perhitungan cepat ini 95 persen dengan Margin of Error kurang atau lebih satu persen.

"Jadi bisa disimpulkan menurut perhitungan cepat kami Pak Jokowi-Maruf unggul dibandingkan capres 02. Posisi ini tidak akan berubah karena tingkat kerandoman sudah hampir 100 persen," tuturnya.

[Gambas:Video CNN] (lav)