Kubu Jokowi Tak Khawatir Klaim Prabowo: 2014 juga Begitu

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 18:27 WIB
Kubu Jokowi Tak Khawatir Klaim Prabowo: 2014 juga Begitu Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Tim Kampaye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyatakan suara Jokowi-Ma'ruf masih unggul jauh dari paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei dan internal.

Hal itu menanggapi klaim kemenangan Prabowo-Sandi dalam hitung cepat dan exit poll.

"Dari lembaga-lembaga independen termasuk yang kami lakukan secara internal sekalipun, itu menunjukkan bahwa rakyat memberikan dukungan bagi Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin dengan angka dan selisih yang cukup jauh dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi," ujar Hasto di Kebagusan, Jakarta, Rabu (17/4).


Terkait dengan hal itu, Hasto pun meminta kubu Prabowo-Sandi tidak mengklaim kemenangan. Sebab, ia berkata hasil akhir pemilu baru diumumkan nanti oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Lebih lanjut, Hasto mengaku tidak khawatir dengan klaim kemenangan yang disampaikan kubu Prabowo-Sandi. Sebab, ia menyatakan hal serupa pernah terjadi pada Pilpres 2014.

"Jadi terhadap klaim sepihak kami tidak khawatir karena 2014 pun dulu juga terjadi, bahkan sampai ada lembaga-lembaga survei yang kemudian mendapatkan sebuah sanksi karena ketidakmampuan mempertanggungjawabkan metodologi itu," ujarnya.

Di sisi lain, Hasto mempredikis Jokowi-Ma'ruf bakal memperoleh suara minimal di Pilpres 2019 sebesar 58 persen. Beberapa sumber suara Jokowi-Ma'ruf di antaranya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, hingga Kalimantan.


Kawal Hasil Pemilu

Hasto meminta anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bersama seluruh simpatisan untuk mengawal hasil resmi pemilu 2019, meski sejumlah hitung cepat telah menunjukkan keunggulan Jokowi-Ma'ruf.

Hasto menilai pengawalan harus dilakukan agar suara masyarakat di pemilu 2019 terjaga hingga hasil resmi pemungutan suara ditentukan KPU.

"Bagaimanapun juga ini [hitung cepat] baru indikasi, dan dengan indikasi ini juga sebagai instrumen untuk mencegah terjadinya kecurangan pada tahap-tahap selanjutnya," ujar Hasto.

Hasto menginstruksikan seluruh kader PDIP dan KIK mengumpulkan foto dokumen C1 dari setiap TPS. Sehingga perolehan suara terjaga dengan baik hingga rekapitulasi selesai.

Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga menyebut PDIP bakal meraih suara 23-25 persen dalam pileg 2019. Angka itu muncul berdasarkan hasil exit poll yang dilakukan PDIP.

"Tentu saja ini adalah tanggung jawab kita bersama, dan sekali lagi ini adalah kemenangan rakyat. Mari kita kawal bersama-sama karena tahapan masih kita lalui dan nantinya rekapitulasi manual dari KPU yang akan menjadi penentu," katanya. (jps/osc)