Hal itu diungkapkan Denny JA, pendiri LSI, menanggapi tudingan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait ada sejumlah lembaga survei yang mencoba menggiring opini bahwa pihaknya kalah dalam Pilpres 2019.
Denny mengatakan siapapun boleh berpendapat atau mengklaim bahwa terdapat lembaga survei yang tak kredibel dan memihak salah satu kubu. Namun, masyarakat bisa memeriksa kualitas lembaga survei di internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny mengakui sebagai salah satu lembaga yang menyelenggarakan quick count, ada pihak yang membayar atau menaruk dana di LSI Denny JA. Hanya saja, hal itu bukan berarti membuat LSI menjadi tak memiliki kredibilitas.
Secara terpisah, peneliti LSI Denny JA menegaskan pihaknya bersifat independen dalam melakukan survei. Sebab, kepercayaan masyarakat akan bergantung dari kualitas lembaga itu sendiri.
"Kami bekerja independen," tegas Fitri.
Fitri menyebut seluruh proses quick count dan exit poll dilakukan melalui metode ilmiah. Dengan begitu, hasilnya pun sudah teruji dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Tapi prinsipnya kami tetap menganggap Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai otoritas yang menetapkan pemenang pilpres 2019," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)