Median: Jokowi Unggul karena Faktor Mobilisasi Pemilih

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 22:22 WIB
Median: Jokowi Unggul karena Faktor Mobilisasi Pemilih Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri (kedua kiri) disaksikan Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (kedua kanan) dan sejumlah pimpinan Parpol pendukung usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) mengatakan bahwa yang menjadi faktor kemenangan pasangan No 01 Jokowi-Ma'ruf, dalam versi quick count atau hitung cepat, dimungkinkan karena faktor mobilisasi.

"Kubu 01 menyerukan mencoblos datang ke TPS itu secara masif dilakukan. Di situlah menurut saya letak keberhasilan mobilisasi Pak Jokowi," kata Direktur Eksekutif, Rico Marbun di bilangan Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4).

Rico juga mengatakan hasil survei menemukan bahwa mobilisasi pemilih pasangan No 02 Prabowo-Sandi lebih mudah dibandingkan dengan pasangan No 01 Jokowi-Ma'ruf.


Namun, Rico menambahkan bukan berarti Prabowo-Sandi tidak minim hasil yang didapatkan. Ia mengatakan bahwa data ini juga harus dibandingkan dengan data Pemilu pada 2014.


"Jangan lupa Pak Jokowi ini adalah petahana berkuasa lebih dari 4 tahun tentunya perlawanan Pak Prabowo dan timses itu membuat pak Jokowi tidak beranjak terlalu jauh dari perolehan angka 2014 lalu," tutur Rico.

Lebih lanjut, Rico menjelaskan bahwa secara teoritis jika angka sudah menyentuh 60 persen ke atas maka pergerakan angka elektabilitas tidak akan bergeser.

"Angka elektiabilitas tidak akan bergeser hanya kisaran 0 koma saja walaupun tentunya hasil 100 persen itu mungkin akan didapatkan dalam waktu 2-3 jam lagi," jelasnya.


Rico menjelaskan lagi bahwa sampel TPS yang Median pilih menggunakan metode multistage random dengan total TPS 2020.

"Sehingga suara yang kami dapatkan pada posisi ini (surat suara 60 persen) adalah 54,37 persen 01. Pasangan 02 di angka 45,63 persen. Margin of error plus minus satu persen dengan tingkat kepercayaan 99 persen artinya bisa bergeser kebawah 1 persen," ujar Rico.

[Gambas:Video CNN] (sas/ain)