Dua Petugas KPPS di Sumsel Meninggal Diduga Kelelahan

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 15:40 WIB
Dua Petugas KPPS di Sumsel Meninggal Diduga Kelelahan Ilustrasi pemungutan suara di Pemilu 2019. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Palembang, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Selatan mengonfirmasi kabar dua orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai bertugas di Pemilu 2019. Keduanya meninggal dunia sehari usai pemungutan suara, diduga karena kelelahan.

Komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan, Hepriyadi mengatakan mereka yakni Fahrul (50) yang bertugas di TPS 002 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Tuti Hidayati yang bertugas di TPS Desa Sukamulya, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

"Meninggal dunia pada 18 April. Mereka kelelahan saat bertugas di TPS," ujar Hepriadi, Senin (22/4).


Dia mengungkapkan tugas KPPS memang dinilai berat. Setelah dilantik pada 27 Met, kata dia, para petugas KPPS mulai mengikuti bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara. Beberapa di antaranya juga ada yang dilibatkan dalam setting surat suara per TPS yang ada.


"Tanggal 14-16 mereka mulai membagikan undangan C6. Sehari sebelumnya mempersiapkan TPS, bangku, papan, tenda, dan lain-lain," kata dia menambahkan.

Pekerjaan berat juga dilakoni para petugas pada hari pemungutan Saat 17 April. Tugas tersebut antara lain mulai dari pencoblosan hingga penghitungan.

"Mereka bisa bekerja 24 jam karena begitu penghitungan dimulai, tidak boleh berhenti karena posisi kotak suara terbuka. Sudah selesai baru bisa istirahat," ungkap dia.

Hepriadi mengatakan pihaknya pun menerima banyak laporan petugas yang sakit dalam bertugas. Pemilu 2019, ujar Hepriadi, memang lebih berat dari pemilu 2014 sebelumnya. Hal tersebut ujar dia, merupakan konsekuensi pemilu legislatif dan eksekutif yang digabungkan.


Sebagai tindak lanjut, KPU Sumsel berkoordinasi dengan seluruh petugas KPU di Sumsel untuk mengumpulkan sumbangan.

"Santunan lah ya, penghargaan yang sudah berjuang untuk demokrasi. Kita menginisiasikan kemarin, seluruh petugas KPU patungan, kita minta untuk menghimpun dana membantu mereka," kata dia.

KPU pusat sebelumnya telah menyatakan ada 54 petugas KPPS yang meninggal dunia selama Pemilu 2019 pada Kamis 17 April hingga Minggu (21/4) malam. Komisioner KPU Viryan Aziz menyebut jumlah itu jadi bagian dari 86 orang KPPS yang mengalami musibah saat Pemilu 2019.

"(Dari) 86 petugas yang mengalami musibah, meninggal 54 dan sakit 32 orang," kata Viryan di Kantor KPU, Jakarta, Senin (22/4).

Viryan berujar faktor yang mengakibatkan petugas KPPS sakit dan meninggal adalah kelelahan serta kecelakaan saat menjalankan tugas. Angka ini masih memungkinkan bertambah lantaran rangkaian pemilu 2019 masih akan berlangsung hingga 22 Mei 2019.

(idz)