Jadi Tersangka KPK, Dirut PLN Sofyan Basir Berada di Prancis

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 14:50 WIB
Jadi Tersangka KPK, Dirut PLN Sofyan Basir Berada di Prancis Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir sebagai tersangka dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Namun Sofyan diketahui saat ini tengah berada di Prancis.

Hal itu dikonfirmasi oleh Pengacara Sofyan, Soesilo Aribowo. "Saya dengar infonya begitu (Sofyan di Prancis) pak ," kata Soesilo saat dikonfirmasi, Rabu (24/4).

Soesilo mengatakan Sofyan sudah berada di Prancis sejak seminggu yang lalu. Ia tidak membeberkan secara rinci siapa saja yang bersama dengan Sofyan.


Soesilo mengatakan kepergian Sofyan ke Prancis berkaitan dengan urusan pekerjaan. Hanya saja Soesilo tidak membeberkan secara detail pekerjaan yang tengah dikerjakan kliennya itu.

"Yang jelas urusan pekerjaan pak," kata Soesilo.

Terkait dengan penetapan status tersangka oleh KPK, Soesilo memastikan kliennya akan bersikap kooperatif.

"Pak Sofyan orang yang patuh hukum, sepanjang ada faktanya saya kira beliau koorperatif," kata Soesilo.

Sebelumnya, KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Sofyan diduga menerima janji dengan mendapatkan jatah fee yang sama besar dengan terpidana mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham dan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pihaknya menduga Sofyan telah menerima uang dari Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Sofyan diduga turut membantu Eni Maulani Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johanes Kotjo.

"SFB diduga menerima janji dengan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham," kata Saut di Kantornya, Selasa (23/4). (sah/osc)