KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Menag Lukman Hakim

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 14:14 WIB
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Menag Lukman Hakim Juru bicara KPK Febri Diansyah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penjadwalan ulang itu dilakukan lantaran ada staf Lukman yang menyampaikan surat permohonan penjadwalan ulang ke KPK.

"Tadi ada staf Menteri Agama RI yang datang menyampaikan surat untuk Penyidik. Prinsipnya, surat tersebut meminta izin tidak dapat memenuhi panggilan KPK hari ini karena ada kegiatan di Bandung," kata Febri dalam keterangan tertulis, Selasa (24/4).

Lukman awalnya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anggota DPR RI M. Romahurmuziy terkait dengan kasus suap pengisian jabatan di Kementerian yang dipimpin olehnya. KPK sendiri sempat menyita sejumlah uang senilai US$30 ribu dan Rp180 juta rupiah dari ruang kerja Lukman.


Selain itu, terkait Romi, sampai saat ini statusnya masih dibantarkan. Febri mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan dari kepala Rumah Sakit Polri terkait kondisi Romi.

"Kemarin dilakukan MRI dan kontrol lanjutan. Jika sudah tidak dibutuhkan rawat inap KPK akan mencabut pembantaran," kata Febri.

KPK juga memanggil beberapa anak buah Lukman di antaranya staf khusus Lukman, Gugus Joko Waskito, dan anggota Panitia Pelaksana Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kementerian Agama pada Sekretariat Jenderal Muhammad Amin.

Gugus pernah dipanggil oleh KPK. Saat ditanya pewarta soal duit di ruang kerja Lukman, dia bungkam. Saat itu, Gugus diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin.

"Tanya pak menteri dong, saya enggak tahu," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/4).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Romi sebagai tersangka bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur (sah/wis)