TGPF Laporkan Perkembangan Kasus Novel ke Pimpinan KPK

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 00:10 WIB
TGPF Laporkan Perkembangan Kasus Novel ke Pimpinan KPK Ilustrasi kasus Novel Baswedan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (24/4). Pertemuan itu dilakukan untuk membahas perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.

"Intinya adalah kami menyampaikan beberapa perkembangan proses yang kami sedang kerjakan, antara lain reka ulang TKP pemeriksaan saksi-saksi, baik saksi lama maupun baru lalu pemeriksaan tambahan, pemeriksaan ulang dan pemeriksaan terhadap saksi ahli," kata anggota tim gabungan, Hendardi di gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/4)

Ia mengatakan TGPF saat ini sudah melakukan uji alibi di tiga daerah yakni, Malang, Ambon, dan Bekasi. Uji alibi itu dilakukan untuk memastikan saksi yang sebelumnya terduga pelaku benar-benar berada di ketiga daerah itu saat penyiraman air keras terhadap Novel terjadi.



Menurut Anggota tim gabungan Nur Kholis, pihaknya menyambangi ketiga daerah itu lantaran ingin mendapat keterangan yang lebih memadai. Pihaknya juga tak ingin menimbulkan ketakutan pada ketiga saksi itu lantaran ketiganya sudah berkali-kali dipanggil untuk diperiksa.

"Oleh karena itu pendekatan kami, kami datangi. ini juga masih ada beberapa saksi, kami akan datang lagi ke Jawa Tengah minggu depan," kata Nur Kholis.

Saat ditanya wartawan soal hasil yang didapatkan sejak tim ini dibentuk 8 Januari 2019 silam, mereka tidak menjawab. Hendardi mengatakan bahwa hasil kerja tim akan disampaikan jika sudah lengkap.

"Kalau sekarang (hasil diumumkan) nanti saksi-saksinya hilang semua ini, Anda mau tanggung jawab," kata Hendardi.


Lebih lanjut, Anggota tim gabungan Poengky Indarti mengatakan hasil kerja timnya akan disampaikan pada akhir bulan atau awal Mei 2019. Saat ini, pihaknya masih menggali potongan-potongan fakta dalam kasus yang sudah dua tahun lebih ini tidak terugkap.

"Nah mozaik-mozaik ini mudah-mudahn bisa menjadi jelas dan kami akan memberikan final report akhir bulan ini atau bulan Mei," jelas dia.

Diketahui, Sampai saat ini kasus penyerangan terhadap Novel masih belum terungkap. Pelaku dan aktor intelektual masih bebas berkeliaran.

[Gambas:Video CNN]

Langkah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan khusus untuk menangani kasus Novel di awal Januari 2019 silam pun nyaris tidak terdengar perkembangan kinerjanya.

Tim yang dibentuk jelang Debat pertama Pilpres 2019 yang mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme itu pun dinilai tidak sesuai dengan harapan sejumlah elemen masyarakat yang senantiasa mendesak Jokowi membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) sejak kasus Novel terjadi.

Hingga kini, tidak ada hasil penyidikan yang diungkap oleh tim yang berisi perwakilan KPK, pakar, dan anggota Polri itu. (sah/agi)