Pasukan Brimob ke Jakarta Diklaim Isi Kekosongan di Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 17:28 WIB
Pasukan Brimob ke Jakarta Diklaim Isi Kekosongan di Jakarta Ilustrasi pengamanan yang dilakukan personel Brimob. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daeah (Polda) Metro Jaya menyebut pengerahan pasukan Brigade Mobil (Brimob) Nusantara ke Jakarta dalam rangka mengisi kekosongan untuk melakukan pengamanan. Pengerahan pasukan diklaim masih dalam rangkaian Operasi Mantab Brata pengamanan Pemilu 2019 hingga Oktober mendatang.

"Hingga 20 Oktober, sampai pelantikan presiden," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro, Komisaris Besar Polisi Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/4).

Polda Metro, kata Argo, membutuhkan tambahan personel untuk melakukan pengamanan. Apalagi, lanjutnya, saat ini seluruh personel di Jakarta tengah fokus mengamankan proses penghitungan suara sampai di tingkat kecamatan.


"Kalau dari Polda (personel turun) ke Polres, Polda kosong enggak, kosong. Kalau Mabes diturunkan ke Polda, berarti Mabes perlu personel enggak, perlu. Personel dari daerah yang kerawanannya tidak tinggi dikirim ke sini untuk back up," tuturnya.

Pasukan Brimob ke Jakarta Diklaim Isi Kekosongan di JakartaArgo Yuwono. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)


Di sisi lain, Argo tak mengungkapkan berapa jumlah personel dari Polda Metro Jaya yang dikerahkan untuk mengamankan proses penghitungan suara. Namun ia menegaskan bahwa jumlah personel yang diturunkan tersebut sesuai dengan kebutuhan intelijen.

Lebih lanjut, Argo menegaskan bahwa situasi keamanan di Jakarta sampai saat ini masih kondusif dan aman. "Secara umum kondusif, aman, tidak ada yang menonjol," ujarnya.

Sebelummya, Mabes Polri menyebut pengerahan personel Brimob dari sejumlah wilayah ke DKI Jakarta lantaran tahapan pemilu 2019 pascapemungutan suara akan berpusat di ibu kota Republik Indonesia tersebut.


"Artinya betul bahwa anggota Brimob melaksanakan tugas di Jakarta karena seluruh penahapan pemilu terakhirnya adalah di Jakarta, tanggal 22 Mei penetapan hasil pemilihan secara nasional di KPU," tutur Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/4).

Dedi menerangkan proses pengamanan tersebut masih akan terus dilakukan sampai pelaksanaan pelantikan presiden dan wakil presiden yang direncanakan pada 20 Oktober 2019.

"Oleh karena itu, kondisi Jakarta harus dalam kondisi yang aman, karena Jakarta barometer nasional, harus aman. Kita harus pastikan seperti itu," tuturnya.

[Gambas:Video CNN] (dis/ain)