Tangani Banjir, Anies Diminta Jangan Malu Sontek Ahok

CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 15:17 WIB
Tangani Banjir, Anies Diminta Jangan Malu Sontek Ahok Gubernur DKI Anies Baswedan diminta tak perlu malu mensontek kebijakan penanganan banjir ala Ahok. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut tak perlu malu untuk meniru kebijakan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam menanggulangi banjir di ibu kota.

"Enggak usah malu-malu belajar sama Pak Ahok, contek saja. Minta blueprint-nya agar dilaksanakan dari pada enggak berbuat apa-apa," kata Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Wiliam Yani, saat dihubungi, Selasa (30/4).

Yani menerangkan di zaman kepemimpinan Ahok pencegahan banjir dilakukan dengan pengerukan kali. Pada musim kemarau, kata dia, alat berat tetap berjaga untuk terus mengeruk agar sungai dan waduk lebih banyak menampung air.


"Pengerukkan harusnya dilakukan sebelum musim hujan, kalau sekarang dikeruk terlambat, sudah keburu banjir," ujar dia.

Selain itu, Yani melihat pada zaman Ahok setiap institusi langsung bekerja masing-masing saat banjir. Saat ini, dia menyebut kurang koordinasi antar-lembaga di DKI dalam mengatasi banjir.

"Puluhan orang langsung bersihin, PPSU (pasukan oranye) ada tapi enggak signifikan. Dulu zaman Ahok langsung ada puluhan PPSU dan memuji. Sekarang kok berbeda dari sebelumnya, seperti enggak ada," jelas dia.

"[Penanganan] banjir ini seperti autopilot, tanpa perintah yang jelas. Koordinasi antar SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) jalan enggak? Kalau dulu banjir orang Dinsos, BPBD sudah dateng menanyakan kebutuhan," imbuhnya.

Menurut Yani, Anies harus mengambil tindakan dan tidak hanya menyalahkan banjir kiriman. Anies juga diminta tidak bergantung pada proyek pemerintah pusat yakni waduk di Ciawi dan Sukamahi.

"Harusnya ada tindakan. Kalau nunggu waduk dua tahun baru kelar. Itu banjir kan karena hujan di sana. Kalau hujan di Jakarta gimana? Masak nunggu waduk dulu," tutup dia.

Beberapa hari terakhir, sejumlah titik di Jakarta terendam banjir, seperti Kampung Pulo, Rawajati, Pejaten, hingga Cawang. Namun, air sudah berangsur-angsur surut.

Dalam penjelasannya, Anies mengatakan banjir itu merupakan dampak dari kiriman air dari Bogor. Begitu pula dengan sampah yang masuk ke ibu kota yang membuat keadaan makin banjir.

Anies pun mengatakan DKI bergantung kepada dua waduk yang sedang dibangun. Sebab menurutnya penyelesaian masalah banjir di Ibu Kota harus diselesaikan dari hulu.

[Gambas:Video CNN] (CTR/arh)