Korban tewas masih berada di angka 29 jiwa sama seperti data sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kerusakan fisik, juga terdapat sampah dan material lain yang hanyut terbawa banjir.
Ulah Manusia
Sutopo mengatakan saat ini banjir sudah mulai surut. Menurutnya, banjir dan longsor di Bengkulu tak lain karena faktor alam dan ulah manusia. Yakni, curah hujan yang ekstrem sehingga sungai meluap dan didukung kerusakan lingkungan.
"Kita melihat luasan wilayah dari 19 kabupaten kota di Bengkulu, ini memang hujan sangat ekstrim sehingga sungai-sungai meluap ditambah kerusakan lingkungan di sana, perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi perkebunan, ada tambang, ada pembangunan-pembangunan perumahan di daerah rawan bencana," tuturnya.
Dari pantauan yang dilakukan lewat satelit, Sutopo menjelaskan penambangan itu mengakibatkan ketidakseimbangan siklus hidrologi.
"Mengakibatkan ketidakseimbangan dari siklus hidrologi yang ada di dimana ketika terjadi hujan, air tadi menjadi aliran permukaan dan mencari sungai yang ada, hanya sedikit sekali yang meresap ke tanah," paparnya.
[Gambas:Video CNN] (gst/arh)