Polisi Periksa Video Perusakan Pagar Halte saat May Day

CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 03:15 WIB
Polisi Periksa Video Perusakan Pagar Halte saat May Day Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelidiki video yang merekam aksi perusakan pagar halte Transjakarta Tosari saat aksi Hari Buruh Internasional atau  May Day, Rabu (1/5).

"Kita sudah mendapatkan video [perusakan pagar pembatas di Halte Tosari, tim sedang bergerak untuk melakukan penyelidikan dan sampai sekarang masih bekerja," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/5).

Selain itu, dikatakan Argo, pihak kepolisian saat ini juga tengah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk bisa mendapatkan rekaman CCTV di sekitar lokasi.


Rekaman CCTV itu, sambung Argo, diperlukan untuk mendapatkan ciri-ciri pelaku perusakan pagar.

"Kita masih berkoordinasi dengan Pemprov DKI berkaitan dengan CCTV disana (sekitar Halte Transjakarta Tosari, kita tunggu saja, anggota tim sedang bekerja," ujar Argo.

Di sisi lain, Argo menyampaikan pihaknya masih mendalami soal keterkaitan aksi perusakan di Jakarta dengan kerusuhan saat aksi May Day di wilayah lain.

Menurutnya, ada atau tidaknya keterkaitan itu baru bisa diketahui setelah pelaku perusakan pagar halte ditangkap.

"Itu nanti akan kita ketahui [keterkaitannya] setelah pelaku kita tangkap, kita periksa dulu, baru kita bisa mengetahui," tuturnya.

Sebelumnya, PT Transjakarta diketahui melaporkan aksi perusakan pagar pembatas di Halte Busway Transjakarta Tosari ke Polda Metro Jaya.

"Sudah (dilaporkan ke Polda Metro Jaya), tadi malam melaporkan terjadinya perusakan," kata Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph saat dikonfirmasi, Kamis (2/5).

Selain di Jakarta, kerusuhan saat aksi May Day juga terjadi di beberapa daerah lainnya seperti Bandung dan Surabaya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat mengatakan kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah saat aksi Hari Buruh, Rabu (1/5) lalu dipicu oleh kelompok Anarcho Syndicalism.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)