Demo KPU, Pendukung Pamer Baliho 'Prabowo Presiden 2019-2024'

CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 17:23 WIB
Demo KPU, Pendukung Pamer Baliho 'Prabowo Presiden 2019-2024' Relawan dan emak-emak pendukung Prabowo-Sandi menggelar aksi di depan Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (4/5). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah relawan dan emak-emak pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membentangkan spanduk sepanjang kurang lebih 1 kilometer di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (4/5).

Pantauan CNNIndonesia.com mereka mengadakan aksi sejak pukul 13.30 WIB. Mereka terlihat berdiri dan memegang spanduk sambil sesekali mengacungkan salam dua jari ke udara.

Spanduk itu berisi sejumlah pesan. Salah satunya adalah ucapan selamat kepada pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowi Subianto-Sandiaga Uno.


"Selamat atas terpilihnya Prabowo-Sandi Sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 Indonesia Menang, kita rajut kembali persaudaraan, jaga persatuan dan kesatuan, adil dan makmur untuk Indonesia, Indonesia menang," tulisan di spanduk itu.

Di spanduk itu juga terlihat tulisan 'selamat datang presiden baru, selamat datang Indonesia adil dan makmur, ciptakan kerukunan kita wujudkan cita-cita bersama, satukan langkah, bulatkan tekad kita bekerjasama untuk Indonesia jaya, Indonesia menang'.

Salah satu peserta aksi yang merupakan Ketua Laskar Putri Bungsu, Lilia Indria, menyatakan spanduk tersebut merupakan ucapan selamat kepada Prabowo-Sandiaga.

Dia mengklaim berdasarkan penghitungan formulir C1 yang dia dapatkan, Prabowo unggul dari Jokowi.

"Memang tanggal 22 Mei baru resmi hasilnya, tapi dari hasil rekapan C1 yang kita dapat segala macam sudah cukup membuktikan kita, masyarakat yang lain, bahwa Prabowo-Sandi sudah menang," katanya saat ditemui di lokasi, Sabtu (4/5).

Demo KPU, Pendukung Pamer Baliho 'Prabowo Presiden 2019-2024'Aksi emal-emak pendukung Prabowo-Sandi di depan Gedung KPU, Sabtu (4/5). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ia mengatakan apabila hasil hitung KPU pada tanggal 22 Mei mendatang Prabowo-Sandiaga dinyatakan kalah, dirinya siap menerima. Asalkan, kata dia, tidak ada kecurangan dalam hasil tersebut.

"Kalau dibuktikan tidak ada kecurangan ya mau tidak mau harus diterima. Namun kalau ada bentuk kecurangan segala macam, ya, kan harus ada prosesnya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan tujuan utama aksi tersebut adalah imbauan kedamaian. Menurutnya siapapun yang menang nanti, Indonesia harus tetap damai.

"Supaya masyarakat bisa melihat siapapun pemenangnya, walaupun dari pihak manapun, pendukung manapun, kita tetap menginginkan perdamaian," tuturnya.

Hasil hitung suara Pilpres 2019 oleh KPU telah mencapai 65 persen. Calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dengan meraih 56.288.493 juta suara atau 56,11 persen. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 44.024.253 juta suara atau 43,89 persen.

Penghitungan itu berdasarkan suara dari 532.121 tempat pemungutan suara (TPS) per Sabtu (4/5) pukul 12.45 WIB. Jumlah TPS di seluruh Indonesia mencapai 813.350 TPS. (sah/wis)