Nasir adalah kader Demokrat yang bertugas di Komisi VII DPR. Ruang kerjanya digeledah KPK pada hari ini terkait kasus Bowo Sidik Pangarso.
"Jika memang yang bersangkutan benar terlibat dalam kasus yang sedang ditangani KPK sekarang ini (terkait Bowo Sidik Pangarso), maka Partai Demokrat pasti langsung bersikap tegas demi kebenaran hukum," kata Roy dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:KPK Geledah Ruangan Anggota DPR Komisi VII |
Bowo tersangkut dalam kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia.
KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk. Hal ini tak lepas dari penemuan uang Rp8 miliar di perusahaan milik Bowo, PT Inersia.
KPK menduga pemberian terhadap Bowo Sidik itu terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus. Hanya saja, KPK tidak merinci DAK mana yang dimaksud.
Febri mengatakan pihaknya mengidentifikasi setidaknya ada tiga sumber dana gratifikasi yang diterima Bowo Sidik. Namun, lantaran prosesnya masih dalam tahap penyidikan, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih rinci.
"Ruangan yang digeledah adalah ruangan anggota DPR-RI, M. Nasir. KPK tidak melakukan penyitaan dari proses penggeledahan tersebut karena tidak ditemukan bukti yang relevan dengan pokok perkara," kata Febri. (sah/wis)