PAN Pertimbangkan Sanksi untuk Kader yang Dukung Jokowi

CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 20:40 WIB
Sekjen PAN Eddy Soeparno menyatakan partai akan membahas opsi memberikan sanksi atau peringatan kepada kader yang mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Sekjen PAN Eddy Soeparno. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyebut pertemuan terbatas yang digelar pimpinan partai pada Sabtu (4/5) ini membahas sikap para kader yang tak sejalan dengan keputusan partai perihal Pilpres 2019.

Dalam Pilpres PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Eddy mengatakan partai sedang mengevaluasi tentang perlu tidaknya sanksi bagi para kader yang bersikap sebaliknya.

"Itu ada dan sudah dibahas, apakah akan ada sanksi-sanksi berupa peringatan sampai yang lebih berat lagi, nanti kita bicarakan di internal," ujar Eddy usai menghadiri pertemuan terbatas partai di kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Eddy enggan menyampaikan secara detail pembahasan kader yang berbeda pilihan tersebut, namun ia berjanji akan membuka ke publik ketika keputusan partai sudah bulat.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuandipetisi oleh sejumlah kader PAN agar dipecat dari kepengurusan akibat sering melontarkan pernyataan yang mendukung pasangan capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Apa pun itu namanya spekulatif, kita fokusnya legislatif. Ada beberapa (pembahasan) yang lain termasuk menjalankan mekanisme organisasi kepada mereka yang memang tidak sejalan dengan keputusan organisasi," imbuhnya.

Bara Hasibuan yang juga hadir dalam pertemuan tadi mengklaim tak ada pembahasan mengenai desakan bagi partai untuk memecatnya. Ia juga menyebut petisi yang diajukan kader lain untuknya belum pernah resmi dibahas partai.

"Tadi enggak dibahas pokoknya. Ketawa-ketawa saja tadi," kata Bara saat meninggalkan lokasi pertemuan.

Bara menilai kader yang mendukung Jokowi dalam pilpres kali ini bukan dia saja. Soetrisno Bachir dan Bima Arya adalah beberapa anggota PAN yang menurutnya lebih terlibat dalam memberi dukungan kepada petahana, misalnya dengan ikut berkampanye.

"Saya enggak pernah ikut acara Jokowi, sekalipun tidak pernah. Kenapa saya yang diminta dipecat? Ada alasan lain?" ujar Bara. (bin/wis)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK