Wiranto Ultimatum Penyebar Fitnah Pemecah Persatuan Bangsa

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 14:59 WIB
Wiranto Ultimatum Penyebar Fitnah Pemecah Persatuan Bangsa Menkopolhukam Wiranto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menko Polhukam Wiranto mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk berhenti melakukan upaya memecah belah persatuan dan mendelegitimasi lembaga pemerintah. Wiranto menegaskan aparat penegak hukum tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika hal tersebut tidak segera dihentikan.

"Bagi pihak-pihak yang masih terus melakukan upaya-upaya memecah belah persatuan, mendelegitimasi lembaga pemerintah, menyebarkan fitnah, dan ujaran kebencian untuk segera menghentikan kegiatannya," ujar Wiranto usai rapat koordinasi tentang permasalahan hukum pasca pemilu di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (6/5).

Wiranto mengaku sudah mendapat banyak informasi dari berbagi pihak mengenai pihak-pihak tertentu yang berencana menghasut, menyebar fitnah, menujarkan kebencian, hingga mengajak untuk melakukan langkah inkonstitusional selama bulan ramadan.


Lebih lanjut, Wiranto menyampaikan aparat juga akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang berupaya mendeligitimasi penyelenggara pemilu yang saat ini tengah menuntaskan penghitungan suara dan banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia.

"Ini tentunya harus kita hargai. Mengapa? Karena mereka betul-betul sudah melakukan tugasnya dengan baik, aman, dan sukses. Bahkan sudah mendapatkan ucapan-ucapan selamat dan apresiasi dari banyak negara, tidak hanya dari bangsa kita sendiri," ujar Wiranto.
Di sisi lain, Wiranto mengaku heran dengan pihak yang menyebut ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam pemilu tahun 2019. Ia menegaskan hal tersebut tidak benar dan tidak mungkin dilakukan.

"Karena saya sebagai Menko Polhukam, kalau itu ada tentu saya tahu. Dan saya masuk di dalamnya sebagai aktor, tapi tidak pernah dilaksanakan melakukan upaya-upaya kecurangan terencana, sistematis, terstruktur, brutal. Itu tidak mungkin dan tidak akan pernah dipikirkan apalagi dilaksanakan oleh kami," ujarnya.

Ia menambahkan Kemenko Polhukam tidak pernah melakukan konspirasi dengan KPU dan Bawaslu. Ia mengklaim pihaknya justru membantu mengatasi kekurangan yang ada pada KPU dan Bawaslu dalam bertugas.

"Ini saya sampaikan supaya masyarakat tidak terkecoh, terhasut, percaya bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, masif, dan brutal ya," ujar Wiranto.

Lebih dari itu, ia mengaku pemilu kali ini banyak mengalami kekurangan. Akan tetapi, ia mengingatkan kembali semua kekurangan diselesaikan dengan instrumen hukum yang berlaku.
[Gambas:Video CNN] (jps/ugo)