"Bagi pihak-pihak yang masih terus melakukan upaya-upaya memecah belah persatuan, mendelegitimasi lembaga pemerintah, menyebarkan fitnah, dan ujaran kebencian untuk segera menghentikan kegiatannya," ujar Wiranto usai rapat koordinasi tentang permasalahan hukum pasca pemilu di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (6/5).
Wiranto mengaku sudah mendapat banyak informasi dari berbagi pihak mengenai pihak-pihak tertentu yang berencana menghasut, menyebar fitnah, menujarkan kebencian, hingga mengajak untuk melakukan langkah inkonstitusional selama bulan ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tentunya harus kita hargai. Mengapa? Karena mereka betul-betul sudah melakukan tugasnya dengan baik, aman, dan sukses. Bahkan sudah mendapatkan ucapan-ucapan selamat dan apresiasi dari banyak negara, tidak hanya dari bangsa kita sendiri," ujar Wiranto.
Lihat juga:Said Aqil: Mari Jaga Kedamaian, Percaya KPU |
Ia menambahkan Kemenko Polhukam tidak pernah melakukan konspirasi dengan KPU dan Bawaslu. Ia mengklaim pihaknya justru membantu mengatasi kekurangan yang ada pada KPU dan Bawaslu dalam bertugas.
"Ini saya sampaikan supaya masyarakat tidak terkecoh, terhasut, percaya bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, masif, dan brutal ya," ujar Wiranto.
Lebih dari itu, ia mengaku pemilu kali ini banyak mengalami kekurangan. Akan tetapi, ia mengingatkan kembali semua kekurangan diselesaikan dengan instrumen hukum yang berlaku.
[Gambas:Video CNN] (jps/ugo)