Fahri Hamzah Usul Situng KPU Ditutup dan Diaudit

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 15:36 WIB
Fahri Hamzah Usul Situng KPU Ditutup dan Diaudit Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan agar Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) pada laman kpu.go.id milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) ditutup, dan diaudit secara menyeluruh karena banyak hasil perhitungan yang bermasalah.

Hal itu dikatakannya merespon banyaknya kesalahan entri data dalam Situng KPU. Hingga Jumat (3/5) KPU menyatakan ada 224 kesalahan.

"Nanti harus ada usulan audit secara menyeluruh," kata Fahri saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (6/5).


Fahri menyebut dalam peraturan perundang-undangan di Pemilu 2019, KPU tak diwajibkan untuk menampilkan Situng. Ia menyatakan bahwa perhitungan suara yang sah mengacu pada perhitungan secara manual dan berjenjang oleh KPU.

Penghitungan manual dan berjenjang akan dimulai dari tingkat TPS, kecamatan, hingga nasional. Penghitungan suara secara manual saat ini telah sampai pada tingkat kabupaten/kota.

"Situng itu ternyata enggak ada dalam undang-undang. Situng itu tidak wajib karena basic daripada perhitungannya nanti adalah manual," kata dia.
Fahri Hamzah Usul Situng KPU Ditutup dan DiauditProses situng KPU. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Melihat hal itu, Fahri meminta agar Situng milik KPU ditutup secepatnya. Ia menilai KPU seharusnya dapat mengimbau agar masyarakat dapat bersabar menunggu perhitungan secara manual ketimbang merujuk pada hasil Situng

"Saya khawatir ya, kalau Situng enggak mau ditutup, nanti ada yang enggak mau datang pada penghitungan. Nanti berhitung sepihak nanti," kata dia.

"Kalau Situng enggak ada dalam undang-undang ngapain? bikin ribut," tambah dia.
Tak hanya itu, Fahri turut menyarankan agar KPU turut diaudit secara keseluruhan sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Ia menyebut KPU tak hanya perlu diaudit dari sisi keuangan, namun perlu diaudit terkait prosedur dan metode dalam melaksanakan Pemilu serentak 2019 ini

"Makanya menurut saya audit ini gunanya itu lebih kompleks, lebih komplit dari sekedar audit keuangan, tapi soal prosedur, metode, kenapa kok bisa ada orang meninggal begitu banyak. Itu semua harus dijawab," kata dia.

KPU telah menampilkan perhitungan suara pemilu 2019 pada situs resminya. Hingga Senin (6/5), KPU telah merekapitulasi suara sekitar 68 persen suara nasional atau suara dari 556.857 TPS dari total 813.350 TPS.

Hasil penghitungan suara Pilpres menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraup 56,29 persen suara atau 59.054.845, sedangkan pasangan prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraup 43,17 persen atau 45.855.879 suara.
[Gambas:Video CNN] (rzr/ugo)