BPN melaporkan Joko Widodo, selaku calon presiden yang dituding telah melakukan kecurangan di Pilpres 2019.
"(Yang dilaporkan) Peserta Pemilu, calon presiden 01 yah," kata Dasco di gedung Bawaslu, Jumat (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ada lima laporan yang akan dilaporkan. Tapi hari ini baru satu, karena yang lain lagi dikumpulkan buktinya," kata Dasco.
Laporan itu pun kata dia telah diterima oleh pihak Bawaslu dan akan segera diproses. "Sudah diterima. Untuk empat poin laporan lain akan segera setelah bukti terkumpul," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah massa yang beratribut Front Pembela Islam (FPI) masih menggelar aksi di depan kantor Bawaslu. Sejumlah personel kepolisian masih mengawal ketat jalannya aksi, pengalihan arus dilakukan di sekitar Jalan MH Thamrin.
Aksi di Bawaslu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Orasi pertama kali disampaikan oleh Habib Hanif Alatas yang juga dewan pengarah Ijtimak Ulama III. Dalam orasinya ia mengatakan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dalam melakukan aksinya juga melakukan sebuah ibadah. Hal ini ia katakan untuk menjawab pihak yang mempertanyakan mengapa PA 212 menjalankan aksinya di bulan Ramadan.
"Ibadah bukan cuma salat, baca Alquran dan lain-lain, kita harus puasa dan lain-ain tapi jangan lupa ibadah besar, jihad konstitusional," ujar dia kepada massa.
"Ramadan bukan hanya bulan berpuasa akan tetapi perang badar juga terjadi di bulan puasa. Menaklukkan kota Mekkah juga terjadi di Ramadan," ujarnya.
Aksi di Bawaslu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)