Dikawal Massa Serba Putih, BPN Adukan Jokowi ke Bawaslu

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 15:56 WIB
Dikawal Massa Serba Putih, BPN Adukan Jokowi ke Bawaslu Unjukrasa menuntut diusutnya dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pihaknya telah menyampaikan pengaduan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

BPN melaporkan Joko Widodo, selaku calon presiden yang dituding telah melakukan kecurangan di Pilpres 2019.

"(Yang dilaporkan) Peserta Pemilu, calon presiden 01 yah," kata Dasco di gedung Bawaslu, Jumat (10/5).


Ada lima poin kecurangan yang bakal diadukan. Namun demikian, Dasco mengatakan pihaknya masih mengumpulkan sejumlah bukti empat poin kecurangan lainnya. Saat ini, kata dia, pihaknya baru bisa melaporkan satu poin kecurangan terkait keterlibatan Menteri untuk menggerakan ASN dalam Pilpres 2019 ini.


"Jadi ada lima laporan yang akan dilaporkan. Tapi hari ini baru satu, karena yang lain lagi dikumpulkan buktinya," kata Dasco.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan sejumlah barang bukti untuk menyertakan laporannya. Barang bukti itu terdiri dari video, screenshoot, hingga berbagai testimoni sebagai bukti.

Laporan itu pun kata dia telah diterima oleh pihak Bawaslu dan akan segera diproses. "Sudah diterima. Untuk empat poin laporan lain akan segera setelah bukti terkumpul," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah massa yang beratribut Front Pembela Islam (FPI) masih menggelar aksi di depan kantor Bawaslu. Sejumlah personel kepolisian masih mengawal ketat jalannya aksi, pengalihan arus dilakukan di sekitar Jalan MH Thamrin.

Dikawal Massa Serbaputih, BPN Adukan Capres Jokowi ke BawaslAksi di Bawaslu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Orasi pertama kali disampaikan oleh Habib Hanif Alatas yang juga dewan pengarah Ijtimak Ulama III. Dalam orasinya ia mengatakan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dalam melakukan aksinya juga melakukan sebuah ibadah. Hal ini ia katakan untuk menjawab pihak yang mempertanyakan mengapa PA 212 menjalankan aksinya di bulan Ramadan.

"Ibadah bukan cuma salat, baca Alquran dan lain-lain, kita harus puasa dan lain-ain tapi jangan lupa ibadah besar, jihad konstitusional," ujar dia kepada massa.

"Ramadan bukan hanya bulan berpuasa akan tetapi perang badar juga terjadi di bulan puasa. Menaklukkan kota Mekkah juga terjadi di Ramadan," ujarnya.

(tst/ain)