Massa Klaim Aksi di Bawaslu sebagai Jihad Konstitusional

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 15:23 WIB
Massa Klaim Aksi di Bawaslu sebagai Jihad Konstitusional Unjukrasa menuntut diusutnya dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah anggota massa yang tergabung dalam Koalisi Umat melakukan aksi di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Jumat (10/5). Aksi diklaim sebagai upaya mengawal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang melaporkan kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2019.

Orasi pertama kali disampaikan oleh Habib Hanif Alatas yang juga dewan pengarah Ijtimak Ulama III. Dalam orasinya ia mengatakan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dalam melakukan aksinya juga melakukan sebuah ibadah. Hal ini ia katakan untuk menjawab pihak yang mempertanyakan mengapa PA 212 menjalankan aksinya di bulan Ramadan.

"Ibadah bukan cuma salat, baca Alquran dan lain-lain, kita harus puasa dan lain-ain tapi jangan lupa ibadah besar, jihad konstitusional," ujar dia kepada massa.


"Ramadan bukan hanya bulan berpuasa akan tetapi perang badar juga terjadi di bulan puasa. Menaklukkan kota Mekkah juga terjadi di bulan Ramadan," ucapnya.


Lebih lanjut Alatas mengingatkan kepada massa untuk melakukan aksi secara damai. Ia mengingatkan agar massa tidak terprovokasi sambil menyanyikan lagu 'hati-hati provokasi'.

Alatas kemudian menjelaskan kembali tujuannya datang dalam aksi ini adalah untuk mengawal BPN. Hal ini ia lakukan untuk menjalankan rekomendasi Ijtimak Ulama III yaitu mendiskualifikasi paslon yang terindikasi melakukan pelanggaran di Pemilu 2019.

"Siang ini kita datang bukan untuk makar, bukan untuk melawan hukum, bukan untuk mengacau. Tapi mengawal BPN agar hukum ditegakkan," kata dia.

Ia juga kembali mengingatkan pihaknya tidak berupaya untuk memecah belah bangsa. Justru menurut dia perbuatan curang dalam pilpres lah yang memecah belah bangsa.

Oleh karena itu Alatas mengatakan jika Bawaslu berani menindak kecurangan itu maka koalisi umat dan ulama akan siap mengawal Bawaslu.


"Kita minta kepada Bawaslu tegakan hukum, rakyat bersama anda. Kalau Bawaslu tegas siap kita kawal Bawaslu, siap?" tanya Alatas

"Siap," jawab massa yang memenuhi jalan raya di depan gedung Bawaslu itu.

Polisi atur rekayasa lalu lintas
Pantauan CNNIndonesia.com, saking padatnya massa, kendaraan bermotor yang hendak melintas depan kantor Bawaslu di ruas Jalan Thamrin menuju Medan Merdeka Barat terpaksa memutar balik.

Polisi lalu lintas memaksa sejumlah kendaraan berbalik arah di sekitar kantor Bawaslu. Keputusan itu diambil menyusul seluruh badan jalan dipenuhi massa.

Polisi yang bertugas di lapangan mengatakan awalnya arus lalu lintas masih berjalan dengan satu lajur. Namun karena massa yang datang tumpah memenuhi jalan, petugas memaksa mobil dan motor yang hendak menuju Medan Merdeka Barat untuk balik arah.

"Dialihkan ke Jalan Teluk Betung, Sutan Syahrir, dan Imam Bonjol," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf, Jumat (10/5).

Tak hanya kendaraan pribadi, kendaraan publik macam Transjakarta pun kena imbas dari aksi yang diikuti banyak alumni gerakan 212. Sejumlah bus tersebut terpaksa repot-repot memutar balik ke arah Bundaran HI.

Dengan keputusan itu, Jalan Thamrin dari Bundaran HI hingga Bawaslu kosong-melompong. Kendati demikian, kondisi lalu lintas di Jalan Thamrin yang mengarah ke Bundaran HI masih berjalan normal seperti biasanya.



(tst/bin/ain)