Demo Tandingan di Bawaslu, Massa Adu Mulut dengan Aparat

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 17:53 WIB
Demo Tandingan di Bawaslu, Massa Adu Mulut dengan Aparat Ilustrasi demo di depan Bawaslu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 15 menit setelah aksi mengawal laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal kecurangan pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) usai, unjuk rasa tandingan digelar di tempat yang sama dan sempat ricuh.

Diketahui, aksi pendampingan pelaporan itu digawangi oleh Presidium Alumni 212. Massa Eggi Sudjana dan Kivlan Zen kemudian bergabung di lokasi aksi, yakni depan gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5).

Dari pantauan CNNIndonesia.com, unjuk rasa dengan tema yang berlawanan digelar beberapa menit setelah massa kubu 02 bubar. Demo tandingan ini digelar oleh Aliansi Santri Indonesia, Mereka mendukung kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu.


Massa tersebut menuntut agar tidak ada lagi unjuk rasa yang menuduh penyelenggara pemilu melakukan kecurangan.

"Saya harap hentikan tendensi politik," ujar seorang orator dari atas mobil komando.

"Jangan ada lagi yang menuduh curang," ucapnya.

Akibat unjuk rasa itu jalan raya di depan gedung Bawaslu kembali macet. Aparat kepolisian pun sempat mencoba membubarkan massa.

Sekitar 10 menit, adu teriakan di antara massa dan aparat sempat terjadi. Namun tidak membutuhkan waktu lama, massa dapat dibubarkan.

[Gambas:Video CNN] (ani/arh)