Demokrat Akui Prabowo Batal Temui SBY karena AHY Jumpa Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 18:33 WIB
Demokrat Akui Prabowo Batal Temui SBY karena AHY Jumpa Jokowi Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5). (Dok. Biro Pers Setpres/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief mengatakan bahwa pembatalan kunjungan Prabowo Subianto ke Singapura untuk menemui Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak lepas dari pertemuan antara Agus Harimurti Yudhoyono dengan Presiden Joko Widodo sehari sebelumnya. 

Andi membeberkan hal tersebut melalui tulisan berjudul Jokowi, Prabowo dan AHY Siapa Jujur, Siapa Ksatria? yang dikerjakan bersama Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik dan politisi Jansen Sitindaon. 

"Menyusul pertemuan Jokowi-AHY tersebut, SBY yang sudah 3 bulan ini mendampingi pengobatan istri di Singapura juga kena hajar. Rencana Prabowo untuk menjenguk Ibu Ani dan bertemu SBY tiba-tiba juga dibatalkan, padahal SBY sudah siap untuk menerima kunjungan itu dengan baik," tutur Andi. 

Diketahui, AHY memenuhi undangan untuk bertemu Jokowi di Istana pada 2 Mei lalu. Prabowo, yang rencananya ingin menemui SBY pada 3 Mei, dibatalkan pada malam hari 2 Mei lalu berdasarkan penuturan Staf Pribadi SBY, Ossy Dermawan. 

Andi menilai pembatalan Prabowo menemui SBY setelah AHY bertemu Jokowi merupakan suatu pembelajaran politik bagi semua pihak. Menurut dia, terkadang bias dan ketidakadilan dalam memandang sesuatu juga bisa datang dari sesama kolega dalam satu koalisi. 


Andi kemudian menyinggung pertemuan salah satu tokoh partai politik yang juga pengusung Prabowo-Sandi dengan Jokowi.  Andi mengatakan pertemuan itu tidak menjadi isu besar. Padahal, agenda pertemuan adalah membicarakan pemerintahan ke depan. 

"Tetapi tidak untuk AHY dan juga Partai Demokrat," ucap Andi.

AHY, lanjut Andi, menjadi bulan-bulanan pihak yang marah karena memenuhi undangan Jokowi ketika KPU masih belum menetapkan hasil Pemilu 2019 secara resmi. Padahal, kedatangan AHY tidak mewakili partai Demokrat dan juga tidak merepresentasikan kubu Prabowo-Sandi. 

AHY pun tidak berinisiatif. Hanya memenuhi undangan Jokowi sebagai rasa hormat terhadap seorang kepala negara. Andi mengatakan AHY pun datang karena yakin ada niat baik dari Jokowi saat mengundang putra mahkota partai Demokrat tersebut. 

"AHY tahu bahwa pertemuan itu bakal menuai pro dan kontra , namun nampak risiko itu diambil tanpa keraguan apapun," kata Andi. 

"Bagi pihak yang mengeluarkan sumpah serapah terhadap ahy saat ini berangkat dari pemikiran bahwa siapapun yang mengusung Prabowo tanpa reserve. Salah atau benar, right or wrong," lanjutnya. 
[Gambas:Video CNN] (bmw/dea)