40 Ribu TNI-Polri Dikerahkan Jelang Penetapan Hasil Pemilu

CNN Indonesia | Sabtu, 11/05/2019 02:15 WIB
40 Ribu TNI-Polri Dikerahkan Jelang Penetapan Hasil Pemilu Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan menjelang penetapan hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), 22 Mei mendatang, bakal ada 40 ribu personel gabungan TNI-Polri yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

"Pengerahan personel sampai dengan diperkirakan menjelang tanggal 22 Mei dari satuan TNI dan Polri kurang lebih hampir 40 ribu personel," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (10/5).

Dedi menyebut pengamanan akan difokuskan di dua lokasi, yakni di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta sejumlah objek vital nasional.


Ia menjelaskan pengamanan di Kantor KPU dan Bawaslu dilakukan dengan pola pengamanan empat ring. Ring pertama yakni area di dalam kantor KPU yang mesti steril. Lalu ring dua yakni area di sekitar gedung.

Kemudian ring tiga yakni di area parkir. Terakhir, ring empat yakni di jalan raya sekitar KPU.

Selain itu, dikatakan Dedi, personel pengamanan yang bertugas juga akan rutin melakukan patroli pengamanan di sejumlah titik.

"Pemantauan intelijen setiap perkembangan dinamika masyarakat terus dimonitor," ujarnya.

Lebih lanjut, diungkapkan Dedi, selain mengerahkan personel keamanan, pihaknya juga terus melakukan patroli siber.

Patroli siber dilakukan oleh Direkrotat Siber Bareskrim Polri yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Terus secara intens melakukan kegiatan patroli siber memonitor akun yang menyebarkan konten bersifat hoaks, provokatif, dan hate speech," tutur Dedi. (dis/wis)