Kasus Pupuk Bowo Sidik, KPK Panggil Dirut PT PILOG

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 14:29 WIB
Kasus Pupuk Bowo Sidik, KPK Panggil Dirut PT PILOG KPK memanggil Dirut PT Pupuk Indonesia Logistik Ahmadi Hasan untuk diperiksa terkait suap distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK yang menjerat Bowo Sidik. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) Ahmadi Hasan. Ia dipanggil untuk diperiksa terkait suap distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK yang menjerat Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWI (Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Rabu (15/5).

KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya yakni Direktur Administrasi dan Keuangan PT Pupuk Indonesia Logistik Teguh Hidayat purbono, serta Marketing pada PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Beny Widata.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWI," kata Febri.


Bowo sendiri bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti dan Indung, sebelumnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK.

Bowo diduga meminta komisi kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$2 per metric ton. Ada enam kali penerimaan yang diduga telah terjadi sebelumnya di sejumlah tempat sebesar Rp221 juta dan US$85.130.

KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk. Tim KPK kemudian menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo.

Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang yang berada dalam 400 ribu amplop itu tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019.
[Gambas:Video CNN] (sah/gil)