Diketahui, Partai Berkarya yang diketuai Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto tergabung dalam koalisi pengusung Prabowo - Sandi.
"Dalam politik semua bisa terjadi. Politik kan kepentingan," ucap Badar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi-Ma'ruf Unggul di TPS Keluarga Cendana |
"Secara pribadi mungkin ada. Pak Muchdi PR kan dukung 01. Berkarya ada di mana-mana," ucap Badar.
[Gambas:Video CNN]
Badar mengatakan partainya bakal membicarakan langkah selanjutnya terlebih dahulu usap Pemilu 2019 benar-benar selesai. Ingin tetap menjadi oposisi atau berada dalam pemerintahan.
"Nanti kita konsolidasi internal dulu maunya kita apa ke depan," ucap Badar.
Partai Berkarya termasuk dalam koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung paslon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Partai Berkarya sendiri merupakan debutan dalam Pemilu 2019.
Merujuk dari hasil quick count Litbang Kompas, Partai Berkarya memperoleh 2,14 persen suara. Dalam quick count Indo Barometer, mereka diprediksi mendapat 2,12 persen suara. Partai Berkarya diprediksi mengantongi 2,41 persen suara menurut quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.
Syarat bagi partai untuk mendapat kursi DPR adalah memperoleh 4 persen suara. Dengan demikian, Partai Berkarya diprediksi tidak mendapat kursi DPR jika merujuk quick count mayoritas lembaga survei. (bmw/evn)