Moeldoko Duga Ada Pejabat Jadi Sasaran Tembak di Aksi 22 Mei

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 11:48 WIB
Moeldoko Duga Ada Pejabat Jadi Sasaran Tembak di Aksi 22 Mei Moeldoko mengklaim ada oknum yang ingin menyasar pejabat tertentu di aksi 22 Mei. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menduga sebelumnya ada serangan yang menyasar ke pejabat tertentu melalui senjata yang diselundupkan. Peristiwa ini rencananya akan mendompleng momen kerusuhan yang terjadi selepas Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil pemilihan umum Selasa (21/5) dini hari lalu.

Moeldoko menyebut kesimpulan ini didapat setelah aparat keamanan mengamankan tiga orang yang ditangkap terkait penyelundupan senjata laras panjang. Ketiga orang itu disebutnya memiliki peran berbeda. Satu oknum bertugas mencari senjata, satu orang menyediakan senjata, dan satu orang bertindak sebagai eksekutor.

"Dan eksekutor ini terhadap siapa? Saya kira semua sudah tahu, pada pejabat yang sudah disiapkan sebagai sasaran," terang Moeldoko, Rabu (22/5).


Hanya saja, Moeldoko tak menyebut siapa pejabat yang disasar. Selain itu, aparat juga masih mendalami nama kelompok yang menaungi tiga tersangka tersebut.


Namun, ia memastikan bahwa ketiga orang tersebut tak ada sangkut pautnya dengan eks Danjen Kopassus Soenarko yang menjadi tersangka penyelundupan senjata. Tetapi, Moeldoko mengakui pemerintah sudah mengantongi dalang di balik seluruh serangan ini.

"Ini sedang dalam rapat Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam). Tadi malam sudah kami sisir, kami akan petakan dengan sebaik-baiknya agar ada gambaran yang jelas," jelas dia.

Ia yakin kejadian semalam benar-benar peristiwa yang ditunggangi oleh kelompok tertentu. Sebab, pesta politik sejatinya telah berakhir setelah calon pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menggugat hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).


Ia menduga, ada oknum lain yang sengaja membuat momen pemilu 2019 menjadi keruh.

"Ada kelompok tertentu yang ingin mendompleng. Mari kita sikapi ini semua dengan bijak, tidak melibatkan diri di dalamnya, dan tidak memprovokasi. Tidak memprovokasi siapapun itu," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (glh/DAL)