Polisi Tangkap 62 Orang Diduga sebagai Provokator Kerusuhan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 13:16 WIB
Polisi Tangkap 62 Orang Diduga sebagai Provokator Kerusuhan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menyebut telah menangkap 62 orang yang diduga sebagai provokator sehingga menimbulkan kerusuhan pada aksi unjuk rasa yang digelar Selasa (21/5) malam. Mereka pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sekarang sudah 62 tersangka yang sudah diamankan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/5).

Dedi mengatakan 62 orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya telah ditangkap sebanyak 58 orang yang diduga sebagai provokator.


Mayoritas mereka adalah orang yang berasal dari luar DKI Jakarta dan kini menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.


Massa aksi yang menggelar demonstrasi di Bawaslu tadi malam diketahui berakhir ricuh. Hingga pagi ini kericuhan pun kembali terjadi bahkan menyebabkan korban jiwa karena luka tembak.

Dedi mengatakan kerusuhan yang terjadi di sekitar wilayah Tanah Abang hingga Gedung Bawaslu pada Selasa malam disebabkan massa yang datang dari luar Jakarta dan melakukan provokasi.

"Tapi yang melakukan provokasi itu di atas jam 23.00 WIB itu warga dari luar Jakarta, begitu dia sampai Tanah Abang, dia langsung masuk merusak pagar pembatas. Dia mencoba masuk, itu yang memprovokasi pertama kali," ujar Dedi, Rabu (22/5).

Dedi memastikan orang-orang yang memprovokasi tidak tergabung dalam elemen masyarakat yang sudah memberi surat pemberitahuan kepada polisi.


Aksi menentang hasil Pemilu dan Pilpres 2019 masih akan berlanjut pada Rabu (22/5). Dedi mengatakan surat pemberitahuan sudah diterima polisi untuk aksi yang berlanjut pada hari ini.

"Kalau yang hari ini ada 11 elemen masyarakat yang sudah beritahukan ke kepolisian ada kegiatan demo di kantor Bawaslu. Kalau yang kemarin pun demikian sudah ada pemberitahuan," ujar Dedi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (22/5).

[Gambas:Video CNN] (gst/end)