Cerita Pasukan Oranye Bersihkan Sisa Kerusuhan 22 Mei

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 06:23 WIB
Cerita Pasukan Oranye Bersihkan Sisa Kerusuhan 22 Mei Kericuhan dalam aksi 22 Mei. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Saiful (38) dan puluhan Pemelihara Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Jatibaru, Tanah Abang, tetap bekerja saat Aksi 22 Mei. Sebab tugas mereka sudah jelas: menjaga kebersihan di wilayah mereka bekerja.

Saiful cs pun sudah bersiap sejak Rabu (22/5) dini hari pukul 03.00 WIB. Mereka sudah diwanti-wanti oleh atasan bahwa area kerja mereka bakal berpotensi ricuh terkait Aksi 22 Mei.

"Saya setiap pagi itu selalu diberi arahan sama bimas memang tanggal 22 itu supaya antisipasi karena katanya ada demo, jadi kita jaga kebersihannya bang," kata Saiful di Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).


Ternyata benar, kericuhan pecah di Jalan Jatibaru Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5) pagi. Aksi lempar batu dari massa dan tembakan gas air mata dari aparat pecah di sana.

Kericuhan itu berlangsung cukup lama. Hingga pukul 11.30 WIB kericuhan mulai mereda. Massa aksi pun mulai membubarkan diri.

Kericuhan itu menyisakan kekacauan di Jalan Jatibaru. Batu, beling, dan sampah sisa kericuhan berserakan di jalan. Pagar pembatas jalan pun koyak, rata dengan jalan.

Serakan-serakan itu tentu jadi tugas Saiful. Dengan sabar ia dan rekannya menyapu jalan yang dipenuhi batu dan sampah sisa kericuhan. Ia mengaku tak takut membersihkan sisa-sisa kericuhan.

"Kita mau diapain lagi ya, kita sapuin lagi, ya namanya kita sudah harus steril kan," kata Saiful.

Saiful mengaku istri dan ketiga anaknya cukup khawatir mengetahui dirinya akan ditugaskan membersihkan di wilayah kericuhan. Namun, kata dia, keluarganya harus memaklumi karena itu tugas yang tak boleh ditinggalkan.

"Iya tahu selalu mengingatkan buat jaga diri. Namanya tugas begini mau diapain lagi," kata dia.

Pria yang sudah bekerja sebagai PPSU selama lima tahun ini mengaku sudah cukup terbiasa membersihkan sisa kericuhan. Namun ia berharap kericuhan di 22 Mei ini segera selesai.

"Saya juga enggak mau kayak gini (ricuh), pengennya adem-adem aja," ucap Saiful.

[Gambas:Video CNN] (sah/osc)