Saiful cs pun sudah bersiap sejak Rabu (22/5) dini hari pukul 03.00 WIB. Mereka sudah diwanti-wanti oleh atasan bahwa area kerja mereka bakal berpotensi ricuh terkait Aksi 22 Mei.
"Saya setiap pagi itu selalu diberi arahan sama bimas memang tanggal 22 itu supaya antisipasi karena katanya ada demo, jadi kita jaga kebersihannya bang," kata Saiful di Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serakan-serakan itu tentu jadi tugas Saiful. Dengan sabar ia dan rekannya menyapu jalan yang dipenuhi batu dan sampah sisa kericuhan. Ia mengaku tak takut membersihkan sisa-sisa kericuhan.
"Kita mau diapain lagi ya, kita sapuin lagi, ya namanya kita sudah harus steril kan," kata Saiful.
"Iya tahu selalu mengingatkan buat jaga diri. Namanya tugas begini mau diapain lagi," kata dia.
Pria yang sudah bekerja sebagai PPSU selama lima tahun ini mengaku sudah cukup terbiasa membersihkan sisa kericuhan. Namun ia berharap kericuhan di 22 Mei ini segera selesai.
"Saya juga enggak mau kayak gini (ricuh), pengennya adem-adem aja," ucap Saiful.
[Gambas:Video CNN] (sah/osc)