Diperiksa KPK, Menag Jelaskan Asal Usul Duit yang Disita

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 17:58 WIB
Diperiksa KPK, Menag Jelaskan Asal Usul Duit yang Disita Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengklaim uang US$30 ribu dan Rp180 juta di laci pada ruang kerjanya yang diamankan KPK merupakan akumulasi dari berbagai sumber, mulai honorarium hingga sisa dana operasional menteri. Uang itu disita penyidik KPK beberapa bulan lalu saat menggeledah Kemenag terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan yang menjerat Romahurmuziy atau Romi.

Hal itu dikatakan Lukman usai diperiksa KPK hari ini. Lukman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Romi.

"Ya saya jelaskan bahwa semua itu adalah akumulasi dari dana operasional menteri yang saya simpan dalam laci meja kerja saya," kata Lukman di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/5).


Lukman juga menyatakan sebagian uang yang ada di lacinya itu merupakan honorarium ia terima dari berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti ceramah dan pembinaan baik di internal maupun di luar Kemenag.

"Juga sebagian merupakan sisa dana perjalanan dinas saya, baik keluar negeri ataupun di dalam negeri," kata dia.

Karena itu, Lukman menyatakan bahwa semua itu merupakan uang-uang yang terkumpul dari beberapa sumber dan disimpan di dalam laci ruang kerjanya.

"Jadi semua itu adalah akumulasi dari semua sumber tadi yang lalu kemudian biasa saya simpan di laci meja kerja saya," tambah Lukman.

Selain itu dalam pemeriksaan ini KPK juga meminta keterangan Lukman dalam proses penyelidikan terkait penyelenggaraan ibadah haji. Penyelidikan ini terpisah dari kasus dugaan suap jual beli jabatan.

"Ini penyelidikan yang terpisah, yaitu terkait dengan penyelenggaraan haji. Penyelenggaraan haji tentu yang berada atau diselenggarakan saat Menteri Agama yang jadi saksi hari ini masih menjabat," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Diketahui Lukman sebelumnya sudah pernah diperiksa oleh lembaga antirasuah pada Rabu (8/5). Saat itu ia juga diperiksa sebagai saksi untuk Romi.

Ketika itu, KPK mendalami empat hal. Pertama, mengonfirmasi Lukman terkait penerimaan uang Rp10 juta dari Haris Hasanuddin sebagai kompensasi atas terpilihnya Haris sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Kedua, KPK mengonfirmasi Lukman soal temuan uang di laci meja saat penggeledahan di ruang kerja yang bersangkutan.

Selanjutnya, penyidik mengonfirmasi keterangan Lukman soal kewenangannya terkait proses seleksi jabatan tinggi di Kementerian Agama.

Terakhir, penyidik menggali informasi mengenai apakah ada komunikasi atau pertemuan saksi dengan Romi.

[Gambas:Video CNN] (sah/osc)