Makna Waisak sendiri merupakan peringatan 3 peristiwa penting yang terjadi terhadap Sang Guru Buddha Ghotama yaitu peristiwa kelahirannya, pencapaian penerangan sempurna, dan pencapaian parinibana atau wafatnya sang Buddha yang terjadi pada saat purnama di bulan Waisak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bhante Thanavaro Mahathera selaku Ketua 1 Pengurus Pusat Sangha Agung Indonesia menjelaskan bahwa makna perayaan waisak ini merupakan hari raya besar umat Buddha yang diperingati oleh seluruh umat Buddha di Indonesia.
Lampion-lampion yang diterbangkan dalam acara Waisak. (Foto: CNN Indonesia/Bayu Saputra) |
"Pada tahun ini kami keluarga Buddhayana Indonesia memusatkan perayaan waisak secara nasional di Candi Muara Takus sebagai bentuk cinta kita terhadap tanah air Indonesia maka kita tentu harus menghayati ajaran itu didalam kehidupan bermasyrakat dan bernegara," tuturnya.
Dengan mengusung tema 'Cinta Tanah Air', Bhante Thanavaro Mahathera berharap dengan Indonesia kembali bersatu sebagai anak bangsa pasca-Pemilu 2019.
"Dengan kita bersatu kembali ini akan menjadi faktor utama untuk bisa membuat negara ini sebagai negara yang besar dengan berlandaskan Pancasila sebagai Lambang Negara dan Bhineka Tunggal Ika Sebagai motto negara kesatuan Republik Indonesia," urainya.
Gelaran waisak di candi itu diharapkan bisa memperkenalkan Candi Muara Takus sebagai monumen bersejarah peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Riau dan bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
[Gambas:Video CNN] (byu/arh)
Lampion-lampion yang diterbangkan dalam acara Waisak. (