Anies Persilakan Warga Luar Jakarta Mengadu Nasib di Ibu Kota

CNN Indonesia | Kamis, 30/05/2019 13:39 WIB
Pemprov DKI sudah sejak tahun lalu menghentikan operasi yustisi bagi warga pendatang baru, sehingga orang-orang dari luar Jakarta bisa mengadu nasib di Ibukota. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya secara terbuka menerima masyarakat dari daerah yang ingin mengadu nasib ke Jakarta usai Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Sebab Jakarta merupakan ibu kota milik seluruh masyarakat Indonesia.

Anies mengatakan, jika biasanya pada tahun-tahun sebelumnya menerapkan operasi yustisi terhadap pendatang baru di Jakarta, maka tahun warga luar Jakarta setelah Lebaran 2019 bisa datang mencari penghidupan di ibu kota. Operasi itu sudah dihentikan Pemprov DKI sejak tahun lalu.

"Sejak tahun lalu, kita tidak lagi menyelenggarakan operasi-operasi pemeriksaan masyarakat dari daerah ke Jakarta karena ibu kota milik seluruh warga Indonesia," ujar Anies saat melepas 17 ribu pemudik di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (30/5).


Bagi Anies, tidak ada larangan untuk orang-orang yang ingin pindah dari satu kota ke kota lain. Termasuk dari dan ke luar Jakarta.

"Tidak ada aturan yang melarang pergerakan dari satu daerah ke daerah lainnya," kata dia.

Namun ia menghimbau kepada masyarakat yang ingin mencari pekerjaan di Jakarta harus membawa beberapa syarat yakni membawa surat kependudukan yang lengkap, telah terdaftar sebagai anggota BPJS, dan memiliki keterampilan. Dengan begitu para pengadu nasib diharapkan dapat ikut menggerakkan perekonomian Jakarta.

"Kita memiliki kesetaraan untuk mencari kerja, tetapi ada anjuran dari kita bagi para pemudik. Pertama membawa surat kependudukan yang lengkap, telah terdaftar sebagai anggota BPJS, bawa keterampilan pengalaman sehingga saat di Jakarta dapat ikut menggerakkan ekonomi," ucap dia.


[Gambas:Video CNN] (din/osc)