Jokowi Singgung Hoaks dan Fitnah di Upacara 1 Juni

CNN Indonesia | Sabtu, 01/06/2019 09:26 WIB
Jokowi Singgung Hoaks dan Fitnah di Upacara 1 Juni Presiden Joko Widodo mengingatkan jangan sampai keterbukaan informasi memberi ruang bagi maraknya hoaks. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu tantangan berat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila. Menurutnya, perkembangan teknologi memberi ruang kepada berita bohong alias hoaks, hujatan dan fitnah.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan amanat dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Sabtu (1/6).

"Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi juga menjadi tantangan berat karena semakin memberi ruang kepada berita bohong, bahkan hujatan dan fitnah," kata Jokowi.


Jokowi menyebut Pancasila bisa menjadi pemandu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengatakan Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang berketuhanan, berkeadilan sosial, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan sosial.


"Kita paham bahwa perjuangan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut tidak lah mudah, tantangan internasional semakin berat, keterbukaan dan persaingan yang semakin tinggi," ujarnya.

Menurut Jokowi, permasalahan dalam negeri seperti kemiskinan dan ketimpangan juga masih menjadi tantangan serius. Namun, kata mantan wali kota Solo itu, seluruh elemen bangsa harus optimistis sejumlah masalah internal bisa diatasi.

Jokowi menyebut pemerintah telah membangun infrastruktur yang mempersatukan bangsa, berhasil menurunkan angka kemiskinan, menurunkan ketimpangan, hingga menjaga pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan peluang kerja di tengah ekonomi dunia yang sedang bergejolak.


Mantan gubernur DKI Jakarta itu menambahkan bahwa untuk ke depan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) akan mendapat perhatian lebih.

"SDM yang kompeten dalam mensejahterakan masyarakat, yang berakhlak mulia, yang berpancasila, yang akan membawa Indonesia menjadi negara yang dicita-citakan oleh para founding fathers kita," ujarnya.

Dalam upacara ini, Ketua MPR Zulkifli Hasan didapuk menjadi pembaca teks Pancasila, sementara Ketua DPR Bambang Soesatyo membaca pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

(fra/ain)