Mustofa Nahra Sebut Polisi Juga Proses Hukum Penghina Prabowo

CNN Indonesia | Senin, 03/06/2019 19:35 WIB
Mustofa Nahra Sebut Polisi Juga Proses Hukum Penghina Prabowo Politikus PAN Mustofa Nahrawardaya puji polisi berlaku adil usai ditangguhkan penahanannya. (Detikcom/Zunita Amalia Putri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka kasus dugaan berita bohong atau hoaks Mustofa Nahrawardaya memuji kinerja kepolisian yang dinilainya tidak tebang pilih dalam penanganan kasus hukum.


Mustofa mencontohkan penangkapan terkait kasus informasi transaksi elektronik (ITE) tidak hanya dialami olehnya yang merupakan anggota tim pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pilpres 2019. Namun polisi juga memproses hukum seorang pengguna twitter yang telah melalukan penghinaan terhadap Prabowo.

"Jadi apa yang saya tulis soal apa yang kemarin menjadi isu di media sosial itu pun ditindak lanjuti," ujarnya di depan Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Senin (3/6).


Namun, kata Mustofa, polisi tidak mengumumkan penangkapan terhadap penghina Prabowo itu karena pelaku memiliki penyakit kejiwaan.

"Artinya apa yang saya inginkan pun, jangan ada penghinaan, pemakian, caci maki terhadap tokoh Indonesia, ternyata pelakunya juga ditindak, saya dikasih tahu, artinya ini bagus, polisi juga melakukan jemput bola," tuturnya.


Menurut Mustofa, opini yang selama ini berkembang soal polisi memihak bisa terbantahkan. Mustofa mengklaim kasus berita hoaks yang dilakukan oleh anggota tim pasangan calon 02 Joko Widodo-Ma'ruf Amin juga tetap diproses.

"Cuman mungkin beritanya kurang booming," ucapnya. 


Adakan Pertemuan dengan Siber

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengaku menginisiasi pertemuan antar pegiat media sosial dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Tujuannya supaya pengguna media sosial bisa mengetahui apa saja unggahan yang masuk dalam tindak pidana.

Pertemuan pegiat media sosial itu, kata Mustofa, tidak lagi terbagi menjadi pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo, tetapi siapa saja boleh berpartisipasi.

"Supaya yang lain-lain juga hati-hati seperti itu tapi nanti setelah ini akan kita adakan pertemuan rutin aktivis sosmed. Polisi bertanggung jawab menjadi pengingat, sebagai pembimbing, pembina, seperti itu," tuturnya.


Mustofa yang baru saja mendapatkan penangguhan penahanan dengan penjamin Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco itu mengatakan ingin melakukan pertemuan itu setiap bulan supaya setiap pegiat media sosial memiliki kesepahaman.

"Jadi enggak ada salah paham, nanti saya ngomong seperti ini, kemudian dianggap salah, dia ngomong itu saya anggap salah," ujarnya. 

[Gambas:Video CNN] (gst/DAL)