Peziarah TMP Kalibata Bikin Cuan Pedagang Makanan Meroket

CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 18:10 WIB
Ziarah menjadi kebiasaan keluarga sebelum dan sesudah Lebaran. Keluarga yang datang ke TMP, misalnya, bikin cuan para pedagang tambah besar. Ilustrasi peziarah. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berziarah menjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan keluarga di Indonesia, baik sebelum Ramadan maupun Lebaran. Salah satu tempat yang ramai dikunjungi adalah Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Banyaknya jumlah peziarah nampaknya memberikan cuan bagi para pedagang di kawasan tersebut. Mulai dari pedagang bunga, kerak telor, es krim, hingga minuman yang menjamur di sekitar area peristirahatan terakhir para pahlawan itu.

Salah satu penjual bunga, Nana mengakui ziarah kubur pada Idul Fitri 1440 Hijriah membawa berkah baginya. Ia terlihat gesit menawarkan barang dagangannya.


"Ya saya mulai menjual bunga di sini seminggu sebelum Lebaran. Penghasilannya alhamdulillah bisa nambah-nambah mencukupi kebutuhan rumah," kata Nana saat ditemui CNNIndonesia.com di TMP Kalibata, Rabu (5/6).

Nana mengatakan ia biasa menjual bunga Rp10 ribu per kantong. Hingga tengah hari ia mengaku telah menjual sepuluh kantong.


Ia memprediksi penjualan akan meningkat pada Hari Raya Idul Fitri. Ia menjelaskan mendekati Idul Fitri ia rata-rata biasa menjual hingga 15 kantong. Pada hari raya, ia menargetkan penjualan meningkat dua kali lipat.

"Biasanya bisa 15 kantong. Sampai sekarang sudah terjual 10 kantong. Jadi pasti penjualan meningkat. Saya prediksi bisa 30 kantong," kata Nana.

Teriknya sinar matahari juga ternyata membuat peziarah menggandurungi salah seorang penjual es duren. Demi menyegarkan tenggorokan, peziarah rela mengeluarkan kocek sedalam Rp10 ribu per gelas.

Pedagang duren tersebut bernama Hendra. Ia mengakui penjualannya bisa meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan hari biasa. Saat ini ia telah menjual sekitar 200 gelas.


Dengan harga Rp10 ribu per gelas es krim, Hendra sudah mengantungi omzet Rp2 juta. Omzet ini dipastikan akan terus meningkat hingga malam hari.

"Biasanya saya jual 30 gelas per hari. Hari ini saya sudah jual 200 gelas. Bisa meningkat sampai malam," kata Hendra.

Meningkat Tiga Kali

Dalam kesempatan yang sama, penjual siomay bernama Uun mengatakan pada hari raya Idul Fitri, penjualannya meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.


Ia memprediksi bisa menjual 400 porsi siomay hingga malam hari. Biasanya pada hari biasa, ia hanya mampu menjual 100 porsi.

Ia menjual satu porsi siomay dengan harga Rp20 ribu. Saat ditemui CNNIndonesia.com ia telah menjual 300 porsi, artinya ia telah menggantongi omzet Rp6 juta.

"Rezeki saya alhamdulillah meningkat saat Idul Fitri. Saat ini sudah tiga kali lipat dan akan terus meningkat sampai malam," kata Uun.

(jnp/asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK