Ancam Keselamatan Pesawat, Balon Udara Dilarang Terbang 'Liar

CNN Indonesia | Kamis, 06/06/2019 16:15 WIB
Ancam Keselamatan Pesawat, Balon Udara Dilarang Terbang 'Liar Ilustrasi balon udara. (ANTARA FOTO/Siswowidodo).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melarang penerbangan balon udara liar. Sebab, balon udara berpotensi mengancam keselamatan terbang pesawat.
Pernyataan ini disampaikan merespons maraknya penerbangan balon udara raksasa sebagai tradisi di Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (6/6).

Ia menegaskan bahwa pemerintah bisa mengambil tindakan hukum jika para pelaku yang menerbangkan balon udara liar tetap beraksi. Sanksi tersebut, ia melanjutkan tertuang di Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

"Kementerian Perhubungan sudah berkoordinasi dengan Airnav dengan Kapolda Jawa Tengah dan Gubernur Jawa Tengah. Pada dasarnya, penggunaan balon itu dilarang. Bahkan, pemerintah bisa menutup secara pidana," ujarnya di Jakarta.

Namun, sebelum membawa kasus tersebut ke ranah pidana, Kemenhub akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi.


"Jadi orang orang yang melakukan kegiatan liar saya minta tolong kepada Kapolda untuk dilakukan penertiban tidak boleh terbang, kalau mau terbang di Pekalongan," jelas Budi.

Untuk wilayah Jateng, Airnav sendiri menggelar Java Balon Festival 2019 di Pekalongan dan Wonosobo pada pekan depan. Budi mengatakan penerbangan balon udara yang dilakukan bersama Airnav sesuai dengan PM Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat.

Pada PM 40, balon udara tradisional boleh diterbangkan dengan ketentuan ditambatkan dengan tali maksimum 125 meter dari tanah, ukuran balon maksimum diameter 4 meter dan tinggi 7 meter. Selain itu, setiap kegiatan penerbangan balon harus meminta izin kepada otoritas bandara dan pemerintah daerah.

"Kalau di Pekalongan itu besarnya ditentukan dan pakai tali, sehingga dia terbang terkendali. Tidak boleh ada balon yang terbang tidak beraturan," imbuh dia.
[Gambas:Video CNN]
Ia mengingatkan balon liar sangat membahayakan penerbangan pesawat. Pasalnya, bisa saja pesawat menabrak balon, pandangan pilot terganggu, hingga balon mengakibatkan mesin rusak karena masuk ke mesin.

"Sudah ada catatan dari pilot bahwa mereka melihat ada balon, ini bahaya. Sekali lagi saya minta dengan segala kerendahan hati, hentikan kegiatan yang di Wonosobo," ujar Budi.

Airnav mencatat pada hari pertama Lebaran tahun ini, terdapat 28 laporan pilot yang melihat balon di ketinggian bervariasi. Budi menjelaskan penerbangan balon liar memberikan dampak negatif kepada nama baik Indonesia.

"Hal menjadi kualifikasi yang kurang baik bagi negara. Kita ingin jadi negara yang dihargai," tandas Budi.


(jnp/bir)