Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya telah mendata para pelaku. Namun hingga kini belum dilakukan penangkapan.
"Saat ini sudah didata siapa provokator dan pelaku baik penganiayaan, perusakan, pembakaran," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan Iriyanto dengan sejumlah pasukan lainnya untuk berjaga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi bentrokan susulan.
Hingga kini tercatat sudah ada 871 orang yang mengungsi.
"Tercatat 871 orang karena rumah rusak dan secara psikologis takut kejadian tersebut. Sekarang situasi terkendali. Kapolda, Danrem, Bupati ada dilokasi untuk melokalisir agar tak terjadi bentrokan susulan," jelasnya.
Diketahui Bentrok warga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya, Selasa (4/6) mengakibatkan dua orang meninggal dan delapan orang lainnya terluka.
Kerusuhan bermula dari konvoi muda-mudi yang dilakukan di malam takbiran, Selasa (4/6). Sekitar 40 orang Desa Sampuabalo melakukan konvoi dengan 20 motor knalpot racing yang identik dengan bunyi bising.
Di depan permukiman warga, mereka memainkan gas motornya. Hal tersebut pun membuat masyarakat Desa Gunung Jaya terganggu.
Kerusuhan kembali dilakukan pada Kamis (6/6) dengan membawa isu menyangkut pada SARA. Sejumlah orang pun luka-luka.
[Gambas:Video CNN] (gst/agi)