Pembatasan kendaraan masuk jalan tol dilakukan agar kemacetan tidak semakin parah. Berdasarkan pengamatan Kementerian Perhubungan di lapangan, kepadatan kendaraan masih terjadi di tol, terutama di area peristirahatan (rest area).
Padahal, pemerintah sudah menerapkan rekayasa lalu lintas satu jalur (one way) di jalan tol. Di tengah kepadatan tersebut, arus kendaraan dari Jawa bagian timur menuju ke Jakarta masih mengalir deras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan sejauh ini, kepadatan masih bisa dikendalikan oleh petugas meski kendaraan nampak padat di sejumlah titik pada pukul 14.31 siang ini seperti di, KM 72 dan KM 70 di jalur tol Cikampek. Namun, Kemenhub akan terus memantau perkembangannya.
Menurut Sugihardjo, pilihan untuk melintasi jalan arteri diambil mengingat terbatasnya jumlah rest area di jalan tol. Dengan melintasi jalur arteri masyarakat bisa lebih santai karena memiliki lebih banyak pilihan untuk beristirahat, tidak perlu mengantri di rest area.
Selain itu, perekonomian penduduk di sepanjang jalan nasional juga akan terkena imbas positif.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan data PT Jasa Marga (Persero) Tbk, pada 7 - 8 Juni 2019 (H+1 hingga H+2 lebaran), total 451.104 kendaraan kembali ke Jakarta dari arah timur, barat, dan selatan. Jumlah tersebut meningkat 65,53 persen dibandingkan lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal yang sebesar 275.858 kendaraan.
Sebagian besar kendaraan menuju Jakarta dari GT Cikampek Utama yang mencapai 167.693 kendaraan. Realisasi ini meningkat 33,69 persen dari periode yang sama tahun lalu dan melonjak 213,97 persen dibandingkan kondisi normal.
Peningkatan lalu lintas arus balik diperkirakan masih akan terjadi pada hari ini di mana 82.810 kendaraan diprediksi akan melintasi GT Cikampek Utama menuju Jakarta. Angka tersebut meningkat 210 persen dari volume normal yang biasanya hanya berkisar 26.705 kendaraan.