Wiranto Minta Polri Transparan soal Rusuh 22 Mei

CNN Indonesia | Senin, 10/06/2019 13:17 WIB
Wiranto Minta Polri Transparan soal Rusuh 22 Mei Menko Polhukam Wiranto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyatakan kepolisian harus menyampaikan kepada masyarakat secara transparan mengenai proses hukum dan hasil penyelidikan terkait kerusuhan di sejumlah titik di Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

Menurut Wiranto, penjelasan secara jelas dan detail diperlukan untuk menetralisir spekulasi atas peristiwa tersebut yang saat ini berkembang di masyarakat.

"Diberitahukan, disampaikan ke publik sejelas-jelasnya apa yang sebenarnya terjadi dari proses hukum yang berlangsung," kata Wiranto dalam rapat koordinasi antar kementerian dan instansi terkait di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (10/6).


Wiranto dalam rakor juga menyampaikan bahwa polisi masih menyelidiki kerusuhan 21-22 Mei 2019. Dia menyebut penyelidikan dilakukan secara jujur, adil, dan transparan.

"Kita juga masih menghadapi berbagai masalah hukum yang terjadi seputar pengumuman pemilu, seputar 21-22 Mei yang lalu. Ini akan terus berproses, tentu proses akan dilaksanakan secara adil, jujur, transparan," ujar Wiranto.

Rakor di Kemenko Polhukam hari ini dihadiri oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepada BNPT Komjen Suhardi Alius, dan Jaksa Agung M Prasetyo.

Selain soal kericuhan, rakor juga membahas hal lain seperti mudik lebaran dan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi.

Wiranto mengklaim mudik lebaran tahun ini berjalan lancar dan aman. Salah satu indikasinya, kata dia, angka kecelakaan yang mengalami penurunan.

Dari data yang didapat, Wiranto menyebut angka kecelakaan tahun ini hanya 521 peristiwa atau menurun dari angka kecelakaan tahun 2018 yang mencapai 1.491 peristiwa.

Sementara angka korban meninggal dunia, ia menyebut tahun ini berjumlah 132 orang atau menurun dari tahun 2018 yang berjumlah 331 orang.

"Kita bersyukur bahwa mudik lebaran yang dilaksanakan tahun ini relatif lebih lancar dan aman," ujar Wiranto.

Meski terjadi penurunan, dia menegaskan pemerintah tetap melakukan evaluasi agar mudik lebaran tahun depan lebih baik.

Sementara terkait sengketa pemilu di MK, ia mengapresiasi semua pihak yang memilih mekanisme peradilan untuk menyelesaikan sengketa.

"Kami berharap agar para kontestan ini tetap konsisten dengan pilihan ini sehingga nantinya menghormati dan menerima keputusan apapun yang disampaikan persidangan MK," ujarnya.

(jps/wis)