"TNI ya tidak ada urusannya sama Tim [Mawar] itu. Itu tim lain. Walaupun itu dulu [bagian dari] TNI, TNI sekarang ya lain lah. Jadi jangan dikait-kaitkan begitu, tidak baik," kata Ryamizard seusai bersilaturahmi di kediaman eks Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (11/6) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Menhan mempersilakan kepolisian mengusut seandainya ada keterkaitan tim itu dengan aksi ricuh pada 22 Mei 2019.
Dugaan keterlibatan 'Tim Mawar' dalam aksi unjuk rasa di depan Bawaslu disebut-sebut dalam pemberitaan Majalah Tempo. Tim ini dulu berada di bawah Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Sejumlah anggotanya pernah dinyatakan bersalah oleh mahkamah militer terkait penculikan aktivis 98.
(antara/arh)