"Kalau ditanya, saya tahu atau enggak, saya tahunya dari TV. Karena waktu itu bulan puasa, saya buka puasa di rumah. Ya di rumah saja saya," kata Chairawan di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).
Chairawan mengaku siap untuk diklarifikasi mengenai keberadaannya pada saat kerusuhan 21-22 Mei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, Chairawan dan kuasa hukum pribadinya Herdiansyah mendatangi kantor Dewan Pers, Selasa (11/6) untuk melaporkan majalah Tempo yang mengeluarkan pemberitaan berjudul Tim Mawar dan rusuh Sarinah.
Sebenarnya, Chairawan mengatakan dirinya tidak ingin melaporkan ke Dewan Pers. Namun karena pemberitaan terkait keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan 22 Mei sudah menyebar, lalu dia berniat melakukan pelaporan.
"Berita seperti ini kan cepat sekali tersebarnya, tadinya saya tidak ingin dikit-dikit melapor. Saya ke polisi dulu mengumumkan siapa, tapi makin menyebar. Kalau seperti ini masih menyebar kan ada unsur kesengajaan," jelasnya.
Ia juga disebut melakukan beberapa pertemuan untuk membahas rencana demo itu di kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jalan Kertanegara (Jakarta Selatan) dan di hotel dekat Masjid Cut Meutia, Menteng (Jakarta Pusat).
Hal ini disebut Tempo diperoleh dari dua sumber yang berasal dari BPN itu sendiri. Menanggapi dari mana semua informasi itu berasal, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menegaskan polisi belum bisa menyimpulkan apapun.
"Semua itu masih dalam penyidikan kami," tandasnya. (sas/evn)