Jubir: Fauka dan Dahlia Tidak Masuk Struktur BPN

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 20:07 WIB
Jubir: Fauka dan Dahlia Tidak Masuk Struktur BPN Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menyatakan bahwa Fauka Noor Farid dan Dahlia Zein tidak masuk dalam struktur BPN.

Keduanya, merupakan bagian dari Garda Prabowo. Mereka menjadi tersangka peristiwa kerusuhan pada aksi 22 Mei. Bahkan, menurut Andre, Garda Prabowo bukan organisasi sayap Partai Gerindra atau tim pemenangan Prabowo-Sandi.

"Fauka dan Dahlia seperti itu tidak masuk dalam struktur BPN Prabowo-Sandi. Bahkan Garda Prabowo itu saya tegaskan tidak terdaftar dalam struktur apa pun di direktorat apa pun di BPN," kata Andre kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (11/6).


Politikus Partai Gerindra itu juga memastikan bahwa Prabowo dan Sandi tidak terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat dan wilayah Jakarta lainnya pada 21 hingga 22 Mei 2019 silam.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa seluruh purnawirawan TNI dan Polri yang bergabung di BPN Prabowo-Sandi seperti Kivlan Zein, Soenarko, dan Sofyan Jacoeb merupakan sosok yang patriot, negarawan, dan sudah teruji dalam membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Andre pun meragukan sosok-sosok tersebut berniat untuk makar.

"Apakah betul orang-orang yang dituduh, purnawirawan yang membela kedaulatan negara [seperti] Kivlan, Soenarko, dan Sofyan Jacoeb yang merupakan merah putih hatinya, merupakan pelaku makar atau tidak? Nanti kita uji di pengadilan," katanya.

Polisi mengklaim masih melakukan penyelidikan atas dugaan keterlibatan Fauka dalam peristiwa kerusuhan 22 Mei 2019. Untuk itu, kepolisian bakal segera mengagendakan pemeriksaan terhadap Fauka yang merupakan mantan anggota Tim Mawar Kopassus TNI AD.

"Kami pasti akan memanggil saudara F untuk meminta keterangan," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6).

Iqbal menjelaskan bahwa rencana pemeriksaan Fauka bukan karena hanya pemberitaan majalah Tempo semata, tetapi juga karena 'nyanyian' salah satu tersangka kerusuhan 22 Mei. Kata Iqbal, tersangka berinisial MN alias Kobra Hercules sempat menyebut nama Fauka dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Dalam BAP, Iqbal menambahkan bahwa Kobra Hercules mengaku kerap berkoordinasi dan bertemu dengan Fauka di sebuah tempat untuk membicarakan pengerahan massa pada 21 hingga 22 Mei 2019.

"Memang saudara F itu sudah disebut namanya oleh salah satu tersangka inisialnya MN atau banyak yang menyebutnya Kobra Hercules," ujarnya. (mts/eks)