"Mereka mengundang saya hanya untuk sekadar mengopi dan ngobrol, tidak ada pembicaraan yang mengarah ke peristiwa 21-22 Mei," kata Dahlia di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (11/6).
Dahlia merasa terjebak dengan pemberitaan Tempo. Menurutnya, pada saat pertemuan, pihak Tempo tidak mengonfirmasi isi percakapan pada 1 Juni 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlia juga mengatakan, pihak Tempo belum mendapatkan izin rekam pada saat pertemuan.
Dahlia bersama kuasa hukumnya, Muhammad Taufiqurrohman melaporkan Tempo kepada Dewan Pers atas pelanggaran kode etik terkait pemberitaan berjudul "Tim Mawar dan Rusuh Sarinah" edisi 10-16 Juni. Dahlia tak menerima dituduh sebagai dalang kerusuhan 21-22 Mei.
Pemberitaan Tempo berjudul "Tim Mawar dan Rusuh Sarinah" menulis soal dugaan keterlibatan sejumlah orang bekas anggota Tim Mawar dalam kerusuhan 21-22 Mei.
Mantan anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid, muncul dalam laporan tersebut. Fauka disebut berada di sekitar Sarinah saat kerusuhan terjadi.
Fauka juga diduga menjalin kontak dengan Dahlia. Keduanya, disebut Tempo, berbicara soal kerusuhan.
[Gambas:Video CNN] (sas/asr)