Polisi Dinilai Luput Ungkap Pelaku Penembakan Aksi 22 Mei

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 05:16 WIB
Polisi Dinilai Luput Ungkap Pelaku Penembakan Aksi 22 Mei Ilustrasi. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Mohamad Iqbal saat konferesi pers dalang kerusuhan 22 Mei di Jakarta, Selasa (11/6). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian dinilai luput menjelaskan kepada publik terkait pelaku penembakan yang mengakibatkan tewasnya sejumlah warga saat kerusuhan 22 Mei.

Direktur Eksekutif Amnesty Indonesia, Usmad Hamid menilai, hal yang disampaikan polisi dalam konferensi pers tidak menyeluruh. Polisi dinilai gagal mengungkap fakta penting dalam peristiwa tersebut.

"Ini menyakitkan bagi keluarga korban yang hari ini berharap polisi mengumumkan ke publik siapa yang melakukan penembakan kepada korban," ujar Usman, Selasa (11/6), melansir ANTARA.

Alih-alih menunjukkan perkembangan penyidikan penyebab tewasnya korban dan pelaku yang harus bertanggungjawab, narasi yang disampaikan polisi hanya berkutat pada rencana diam-diam kerusuhan 22 Mei.

"Seharusnya polisi mengungkapkan bukti-bukti yang memadai tentang penyebab kematian korban terlebih dahulu, lalu mengumumkan siapa yang patut diduga sebagai pelaku penembakan," ujar Usman.

Sejumlah keluarga korban, kata Usman, kecewa lantaran nihilnya pengungkapan pelaku pembunuhan untuk kemudian dibawa ke pengadilan.

Selain itu, Amnesty Indonesia juga menyoroti kurangnya akuntabilitas penggunaan kekuatan berlebih oleh aparat kepolisian. Salah satunya menyangkut dugaan penyiksaan yang terjadi di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Aparat yang melakukan pemukulan dan penganiayaan di Kampung Bali harus diproses hukum secara adil," kata Usman.

Kendati demikian, Usman mengakui, kepolisian berada dalam kondisi yang tidak mudah dalam kerusuhan tersebut. Meski menjadi target penyerangan dan banyak aparat yang terluka, penggunaan kekuatan berlebih juga tetap harus ditindak.

Sebelumnya, kepolisian mengungkap mantan Kepala Staf Konstrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebagai aktor utama rencana pembunuhan empat jenderal.

Polisi juga menyebut ada perencanaan matang di balik kerusuhan di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan sejumlah titik lainnya pada 21-22 Mei 2019.

[Gambas:Video CNN]


(Antara/asr)