Pansel KPK Ingin Cari Pimpinan yang Ahli soal TPPU

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 19:26 WIB
Pansel KPK Ingin Cari Pimpinan yang Ahli soal TPPU Ketua Pansel calon pimpinan KPK Yenti Garnasih (tengah), saat menyambangi kantor KPK di Jakarta, Rabu (12/6). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jilid V Yenti Ganarsih mengaku pihaknya tengah mencari pimpinan yang lebih kuat di bidang penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menurut Yenti penanganan TPPU di kepemimpinan KPK jilid IV terbilang masih lemah. Alhasil pihaknya bakal mencari orang-orang yang jauh lebih mumpuni di bidang itu.

"Termasuk kita juga dengarkan dari luar ya, bukan dari dalam saja. Antara lain TPPU-nya masih lemah, kan, itu pasti kita akan cari yang TPPU-nya yang lebih," kata Yenti di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6).


Pertimbangan ini menurut Yenti berkaca dari salah satu kasus yang ditangani KPK terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Untuk menelusuri aset (asset tracing) yang terciprat duit haram kasus ini, kata Yenti, salah satunya menggunakan pasal TPPU.

"Kan, yang sekarang misalnya BLBI baru akan aset tracing ke TPPU ya. Kita akan cari seperti itu," kata dia.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pun mengakui pihaknya belum intensif dalam menggarap kasus TPPU dan penggunaan pasal TPPU.

"Harus diakui kita belum Intens (TPPU), karena memang itu ahli-ahlinya perlu banyak, makanya kita hitungnya hati-hati," kata dia.

"Kemarin BPK juga menyoroti kita soal barang sitaan juga, kan. (Hal) itu perlu banyak orang, perlu banyak model, perlu banyak sistem, bertahap menjelaskannya. Sehingga, dari awal ketika penyelidikan, bila perlu kita sudah mulai bahas TPPU-nya. Sehingga, ketika penyidikan (selesai) sudah matang itu," lanjut Saut.

Masa pendaftaran calon pimpinan (Capim) KPK akan berlangsung pada 17 Juni 2019 hingga 4 Juli 2019. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan sembilan nama Pansel Capim KPK. Pansel Capim KPK 2019-2023 dipimpin Yenti Ganarsih.

[Gambas:Video CNN] (sah/eks)