FPI Demo di MK, TKN Sindir Prabowo Tak Lagi Didengar

CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 14:35 WIB
FPI Demo di MK, TKN Sindir Prabowo Tak Lagi Didengar Taufik Basari, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Taufik Basari, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyindir calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang tak lagi didengar oleh pendukungnya.

Pernyataan Taufik merespons aksi unjuk rasa Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan (PA) 212 saat sidang pendahuluan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6). Padahal, sebelumnya Prabowo mengimbau para pendukung agar tak melakukan unjuk rasa.

"Kami apresiasi imbauan Pak Prabowo agar pendukung tidak ke MK. Sayangnya imbauan dari Pak Prabowo ini tidak didengar oleh sebagian pendukungnya, tidak diikuti oleh sebagian pendukungnya," kata Taufik saat ditemui di d'Consulate, Jakarta, Sabtu (15/6).


Meski begitu, TKN mengapresiasi langkah Prabowo tersebut. Menurut dia, elite politik bertanggung jawab terhadap langkah yang dilakukan para pendukungnya.

Taufik menyarankan Prabowo untuk lebih tegas mengimbau para pendukungnya. Masyarakat tidak perlu ke MK karena banyak media massa yang menyiarkan langsung persidangan MK.

"Ada baiknya Pak Prabowo bisa mengulangi lagi imbauannya untuk lebih tegas lagi karena kenyataannya masih saja ada yang tidak mengikuti imbauannya," tutur dia.

Sebelumnya, saat persidangan MK digelar, sejumlah ribuan datang berunjuk rasa. Terpantau ada massa FPI datang dipimpin Ketua Umum Sobri Lubis. Ada pula massa dari PA 212 yang ikut unjuk rasa di Patung Kuda.

Padahal Prabowo jauh-jauh hari sudah mengimbau bagi para pendukungnya untuk tidak perlu datang ke MK saat persidangan.

"Saya dan Sandiaga memohon agar pendukung kami untuk tidak berbondong-bondong hadir di MK pada hari-hari mendatang," ucap Prabowo dalam pernyataannya melalui video yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (11/6).

Menanggapi komentar TKN, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah isu bahwa FPI dan PA 212 tak lagi menghormati Prabowo Subianto.

Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, menyebut aksi unjuk rasa itu bentuk kekecewaan FPI dan PA 212 terhadap demokrasi saat ini.

"Harus kita hormati termasuk dari FPI, LSM, kalangan masyarakat, yang memungkinkan dia akan mengekspresikan rasa gundah gulananya karena selama ini merasa terpecundangi, itu adalah hak asasi dan hak demokrasi masing-masing," kata Priyo di tempat yang sama.


Unjuk rasa itu, kata Priyo, juga sebagai simbol bahwa pemilu bukan hanya milik pendukung kubu Jokowi-Ma'ruf. Namun juga orang-orang yang mendukung Paslon 02.

Terkait dengan imbauan Prabowo, Priyo menyebut sebenarnya hanya langkah untuk menghindari tudingan makar yang digaungkan Petahana.

"Seruan beliau ini juga untuk menegaskan seolah-olah ada pelibatan-pelibatan yang ngeri-ngeri, dalang ini dalang itu. Dan kita semua prihatin sebagai penganut demokrasi, di-framing sedemikian rupa," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
(dhf/lav)