Nama Joko Widodo dalam hal ini dinilai punya peluang masuk bursa calon Ketum PDIP namun terganjal untuk menjadi penerus Megawati Soekarnoputri karena bukan keturunan Presiden RI pertama Sukarno.
Jokowi berdasarkan sejumlah survei disebut punya peran besar mendongkrak elektabilitas PDIP di Pemilu 2019 karena faktor coattail effect. PDIP di Pileg 2019 berdasarkan penghitungan KPU ditetapkan meraih 27.053.961 suara atau setara dengan 19,33 persen dari total 139.971.260 suara sah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di satu sisi, katanya, mungkin saja fungsionaris PDIP tetap akan mendaulat Megawati melanjutkan kepemimpinan sebagai ketua umum karena putri Bung Karno itu merupakan simbol ideologis PDIP.
Megawati Soekarnoputri dinilai bisa menyatukan semua kalangan di PDIP. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Nama Puan Maharani dianggap paling representatif karena mewarisi dua hal penting. Yakni, sebagai anak biologis dan ideologis Megawati untuk melanjutkan trah Sukarno," ujar dia.
Apalagi, kata dia, Puan saat ini digadang sebagai kandidat kuat Ketua DPR periode 2019-2020.
Sementara di luar nama Puan, juga ada nama kader andalan PDIP yakni Presiden Jokowi. Dalam banyak hal, kata dia, potret politik Jokowi mempersonifikasikan sikap politik kerakyatan sesuai nafas dan ideologi PDIP.
"Tapi problemnya Jokowi bukan trah biologis Sukarno," jelas dosen UIN Syarif Hidayatullah itu.
PDIP sebelumnya telah mengumumkan percepatan Kongres V PDIP di Bali yang sedianya dihelat 2020 menjadi dilaksanakan Agustus tahun ini.
Sebelum penyelenggaraan kongres itu, PDIP akan terlebih dulu menggelar Rakernas IV di Jakarta. Undangan rakernas diteken Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
[Gambas:Video CNN] (arh)
Megawati Soekarnoputri dinilai bisa menyatukan semua kalangan di PDIP. (