Polisi Minta Toko Emas Pasang Terali demi Perlambat Perampok

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 02:20 WIB
Polisi Minta Toko Emas Pasang Terali demi Perlambat Perampok Kapolres Kota Tangerang Kombes Sabilul Alif (kedua kanan) meminta pemilik Toko Emas Permata, Balaraja, memasang teralis besi. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Kota Tangerang meminta pemilik toko emas memasang terali untuk menyulitkan atau memperlambat aksi perampokan. Ketiadaan terali juga diduga jadi alasan toko mas jadi sasaran perampokan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif saat mendatangi Toko Emas Permata, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (17/6). Toko itu sendiri menjadi korban perampokan dan kehilangan 6b kilogram emas pada Sabtu (15/6).

"Terali atau penghalang itu, dapat menyulitkan atau memperlambat pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya," ujar Sabilul melalui keterangan tertulis, Senin (17/6).


Sabilul menilai pemasangan terali di toko emas sudah menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan. Toko Emas Permata diketahui tidak memasang terali pada gerainya. Sabilul menduga hal itu menjadi salah satu alasan perampok menyasar toko tersebut.

Namun, Sabilul menduga hal tersebut bukanlah faktor utama yang menyebabkan toko emas itu dirampok.

"Terali atau penghalang itu, dapat menyulitkan atau memperlambat pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya, karena akses pelaku terhalang pembatas itu. Namun ada faktor lain yang masih harus kami gali informasinya," tuturnya.

Saat ini, polisi masih mengejar para pelaku yang sudah dikantongi identitasnya tersebut. Sabilul juga telah membentuk tiga tim untuk segera menangkap para pelaku.

"Saat ini tim 1 yang saya pimpin langsung sedang melakukan pengejaran ke daerah yang demi kepentingan penyelidikan belum dapat kami sampaikan nama daerahnya," ucapnya.

Pada Sabtu (15/6) terjadi perampokan di Toko Emas Permata, Balaraja, Tangerang oleh kawanan perampok bersenjata api. Mereka diketahui mengambil sejumlah perhiasan dengan total enam kilogram emas senilai Rp1,6 miliar.

Saat beraksi, pelaku membawa senjata tajam dan senjata api jenis pistol. Warga yang melihat aksi tersebut tak berani mencegah karena pelaku membawa senjata.

[Gambas:Video CNN] (gst/arh)