Sembilan Tahanan Polresta Palembang yang Kabur Masih Buron

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 03:56 WIB
Sembilan Tahanan Polresta Palembang yang Kabur Masih Buron Kepolisian melakukan penyelidikan terhadap peristiwa 30 tahanan yang melarikan diri dari sel Markas Kepolisian Resor Kota Palembang. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Palembang, CNN Indonesia -- Seorang tahanan yang buron usai melarikan diri dari sel penjara Mapolresta Palembang telah ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang. Hingga kini, masih ada sembilan dari 30 tahanan kabur yang masih buron sejak Minggu (5/5) lalu.

Buronan yang kali ini ditangkap adalah Boy Budiono (60) warga Jalan Sukakarya, Kecamatan Sukarami Palembang, Sumatra Selatan. Boy ditangkap di Jalan Pancasan Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor saat sedang bekerja menjaga area parkir salah satu kafe, Minggu (16/6).

Kasat Reserse Narkoba Polresta Palembang Komisaris Ahmad Akbar mengatakan Boy menyerahkan diri begitu para petugas kepolisian berupaya meringkusnya.



"Meski sempat panik melihat kedatangan petugas, dia tidak dapat mengelak lagi. Dengan tangan ke atas, pelaku berkata dirinya menyerah," ujar Akbar, Senin (17/6).

Akbar berujar, hingga kini masih ada sembilan tahanan yang masih tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah Muryadi, Achmad Kastoni, Rizal Azhar, Agus Saputra, Febriansyah, Kgs M Ridwan, Samsul Badri Saputra, M. Komri, dan Komaini yang merupakan otak dari para pelarian tersebut.

"Terus akan kami kejar, kemana pun mereka berada. Saya ingatkan, foto dan data mereka sudah kita sebarluaskan melalui Bareskrim Polri ke seluruh Indonesia. Kami tidak segan memberikan tindakan tegas apabila yang masih buron ini melakukan perlawanan," ungkap dia.


Sebanyak 30 tahanan melarikan diri dari sel tahanan Mapolresta Palembang, Minggu (5/5) lalu. Para tahanan melarikan diri dengan cara menjebol terali besi lubang ventilasi udara di dalam sel menggunakan gergaji besi. Gergaji besi diselundupkan oleh salah satu istri dari tahanan dengan memanfaatkan kelengahan para petugas jaga.

(idz/pmg)